Sengketa Pilpres 2019

Antisipasi Pergerakan Massa, Ribuan Personel TNI-Polri Jatim Disebar

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Arry Saputra

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan dan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengecek personel keamanan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (14/6/2019)

jatimnow.com - Mengantisipasi pergerakan massa dalam sidang pendahuluan sengketa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, ribuan pasukan gabungan dari Polri dan TNI mulai disebar di beberapa titik vital di Jawa Timur.

Salah satu titik yang menjadi konsentrasi pengamanan yaitu Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya. Dari 6000 lebih personel gabungan yang disebar, sebanyak 2720 personel disiagakan di sini.

"Ada kabar di media sosial bakal ada demonstran bergerak ke Grahadi hari ini, tapi ternyata tidak jadi," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Baca juga:  Polisi: Jatim Jadi Target Gangguan Kamtibmas Pascapemilu 2019

Barung menyebut jika kondisi kamtibmas di Jawa Timur khususnya di Surabaya masih terpantau kondusif. Menurutnya, masyarakat di Jatim sudah cerdas dan tidak mudah terprovokasi.

"Artinya, masyarakat Jatim memang sudah tahan terhadap hal-hal yang mengarah kepada inkonstitusional, mengarah kepada provokasi. Tidak mudah melakukan kerusuhan dan tidak mudah untuk termakan propaganda," jelas Barung.

Pengecekan personel Brimob

Meski kabar demo yang bakal dilakukan sekelompok massa di Gedung Negara Grahadi itu batal, tapi pasukan gabungan itu tetap disiagakan untuk melakukan antisipasi.

Penyiagaan personel gabungan di Grahadi itu dicek langsung oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan bersama para pejabat utama serta Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho, juga bersama para pejabat utama.

Luki dan Sandi mengecek semua kelengkapan personel yang terlibat, mulai dari Brimob, Jibom, Sabhara, TNI hingga Linmas, Satpol PP, PMK hingga PMI. Selain di Grahadi, personel gabungan ini juga sudah disebar diseluruh titik vital seperti gedung KPU, Bawaslu, gudang penyimpanan logistik pemilu hingga pusat-pusat pemerintahan.

Peronel TNI juga dilibatkan dalam pengamanan

Sebelumnya, Luki menyebut bahwa Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang menjadi target gangguan kamtibmas Pascapemilu 2019. Fakta itu setelah munculnya kasus pembakaran Mapolsek Tambelangan di Sampang, Madura yang kasusnya hingga kini terus dikembangkan.

"Ini membuktikan bahwa Jatim menjadi salah satu target untuk menciptakan gangguan kamtibmas, bagi beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab, yang menginginkan adanya ketidakstabilan kamtibmas pascapemilu," ujar Luki didampingi Pandang V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak di Mapolda Jatim, Kamis (13/6/2019).

Pola pengamanan akan dilakukan preventif, represif yang didukung intelejen. Luki berpesan kepada seluruh pasukan yang bertugas agar selalu menyiapkan diri dan meningkatkan kewaspadaannya. Senantiasa melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan munculnya konflik serta menjalin komunikasi dengan para tokoh agama maupun masyarakat.

 


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter