jatimnow.com

Juru Parkir Terminal Bratang Surabaya Ditemukan Tewas di Toilet

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Arry Saputra
Ilustrasi/jatimnow.com 🔍
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Masyarakat yang tengah berada di dalam Terminal Bratang, Surabaya digegerkan dengan penemuan mayat seorang laki-laki yang tergeletak di toilet terminal terebut, Sabtu (22/6/2019).

Mayat laki-laki tersebut diketahui bernama Pardjimin (65), warga Nginden Baru 3/1-D, Surabaya. Pardjimin merupakan seorang juru parkir (jukir) yang sehari-hari beraktivitas di terminal itu.

Kanit Reskrim Polsek Gubeng, Iptu Joko Soesanto mengatakan, awal mula diketahui adanya mayat di dalam toilet tersebut karena kecurigaan penjaga toilet bernama Muljono. Ia curiga setelah korban yang berada di dalam toilet, tapi tak kunjung keluar.

Loading...

"Berdasarkan keterangan Muljono selaku penjaga toilet, ia curiga dengan korban yang tidak kunjung keluar dari toilet. Kemudian saksi mencoba mengetuk pintu toilet dan tidak ada respon," kata Joko.

Setelah mencoba mengetuk pintu dan tidak mendapat respon, saksi mendengar suara dengkuran di dalam toilet tersebut. Akhirnya ia mencoba untuk mendorong pintu dan sudah mendapati korban dalam keadaan tersungkur berada di lantai toilet.

"Saksi mendorong pintu toilet dan didapati korban sudah tersungkur di lantai toilet dengan kondisi mulut mengeluarkan muntahan," lanjutnya.

Setelah mengetahui kejadian itu, teman korban bernama Hendrik Cahyono melaporkan kejadian ke Polsek Gubeng dan langsung ditindaklanjuti.

Dari keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit vertigo (sakit kepala) kurang lebih selama dua tahun. Hendrik juga mengatakan jika korban sudah mengeluh kesakitan badannya.

"Keterangan keluarga dan juga saksi, korban mempunyai penyakit vertigo sudah lebih kurang dua tahun. Dan menurut keterangan saksi, korban sudah mulai pagi mengeluh tidak enak badan dan nafas kurang enak," jelasnya.

Setelah dievakuasi, jasad korban kemudian dibawa menggunakan ambulans PMI Kota Surabaya menuju Kamar Mayat RSU dr Soetomo untuk proses visum.