Hari Jadi Trenggalek, Jamasan Pusaka Ikuti Adat Kraton Ngayogyakarta

Prosesi jamasan di Trenggalek

jatimnow.com - Pemkab Trenggalek gelar prosesi jamasan pusaka peringati Hari Jadi ke 825.

Sejumlah pusaka milik Pemkab Trenggalek seperi Tombak Korowelang, Songsong Tunggul Projo, Songsong Tungggul Nogo Panji Lambang Kabupaten dan Parasamya Purna Karya Nugraha dikeluarkan dari ruang penyimpangan untuk dibersihkan.

Loading...

Prosesi jamasan ini dilakukan dengan nuansa Kraton Ngayogyakarta. Pakaian yang dikenakan oleh tamu undangan juga memiliki nuansa kraton, mulai dari ikat kepala blangkon hingga kain batik yang dikenakannya.

Hal ini sesuai dengan hasil pertemuan Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin, dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Dalam pertemuan tersebut Sri Sultan Hamengkubuwono X merestui Kabupaten Trenggalek, menjadi bagian dari kraton.

"Upacara ini mengikuti adat prosesi jamasan yang biasa dilakukan oleh Kraton Ngayogyakarta," ujar Mas Ipin, Kamis (29/8/2019).

Pusaka milik Pemkab ini dijamas menggunakan air yang berasal dari 14 mata air, sesuai dengan jumlah kecamatan di Trenggalek.

Sebelum ritual dimulai, Mas Ipin menyerahkan satu persatu pusaka kepada juru jamas. Ritual Jamasan ini merupakan simbol adat jawa, yang selalu melestarikan tradisi yang ada.

"Jamasan ini merupakan ritual yang sangat penting dalam prosesi Hari Jadi Trenggalek," ujarnya.

Prosesi peringatan Hari Jadi Trenggalek ini akan dilanjutkan dengan kirab pusaka. Melalui prosesi ini diharapkan masyarakat bisa mengenal dan melestarikan tradisi yang sudah berlaku turun temurun.

"Ini merupakan adat yang diwariskan oleh para leluhur pendahulu di Trenggalek," pungkasnya.

Berita Terkait