Emprit Jepang, Burung Hama yang Kini Jadi Primadona

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Achmad Supriyadi

Burung Emprit Jepang yang dulunya hama sekarang menjadi primadona

jatimnow.com - Burung Emprit Jepang atau Society Finch mulai banyak digemari kicau mania. Mereka juga banyak yang mengembangbiakkan karena tergiur keuntungan penjualan burung berbulu warna-warni itu. Burung yang dulunya hama, saat ini menjadi primadona.

Salah satu penangkar burung Emprit Jepang itu adalah Iwan Qurniawan (31), warga RT 1 RW 1 Desa Kebakalan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Punya penangkaran burung Emprit Jepang sejak satu tahun terakhir, Iwan sudah kebanjiran pesanan dari pecinta burung.

Kicau burung Emprit Jepang menyambut kedatangan setiap orang yang datang ke rumah Iwan.

"Awalnya saya punya tiga pasang indukan. Saat ini sudah ada indukan seperti jenis emje, pinstat, starpin, zebra, gold amadine dan banyak diminati oleh pecinta burung," tutur Iwan, Minggu (27/10/2019).

Iwan menambahkan, untuk melakukan penangkaran, awalnya dia harus tahu dan jeli membedakan jenis kelamin burung, karena Emprit Jepang ini sangat sulit dibedakan kelaminnya.

Pecinta burung harus benar-benar teliti membedakan jenis kelamin, dari perilaku, kicauan, baru bisa sedikit membedakan jenis kelamin.

"Burung yang sering mengembangkan bulu, memanjangkan leher dan sering berkicau itu dipastikan burung jenis kelamin jantan," beber Iwan.

Harga burung Emprit Jepang ini harganya semakin lama semakin meningkat. Maka dari itu, Iwan terus menambah indukan.

"Jenis gold amadine warna kuning biru, per ekor harganya Rp 750 ribu, kalau indukan Rp 1 juta. Kalau jenis emje jambul per ekor Rp 1,2 juta sampai Rp 1,5 juta. Untuk indukannya bisa Rp 4 juta," bebernya.

Untuk perawatan burung Emprit Jepang ini, Iwan menyebut sangat gampang, lantaran pakannya mudah dicari. Apalagi Burung Emprit Jepang ini selalu rajin merawat anaknya setelah menetas.

"Setelah telur menetas, induknya rajin memberi makan pada anaknya. Burung ini tahan penyakit. Keuntungan dari menangkar burung ini kurang lebih Rp 3 juta sampai Rp 4 juta per bulan," pungkasnya.


jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter