jatimnow.com
Blak-blakan Ningsih Tinampi Soal Ilmunya di Kantor Kejaksaan Pasuruan

Ningsih Tinampi saat diundang Tim Badan Koordinasi Penganut Aliran Kepercayaan Masyarakat di Kejari Pasuruan

jatimnow.com - Ningsih Tinampi mengaku tidak bisa melihat sosok makhluk gaib. Pengakuan itu diungkap Ningsih saat dipanggil Tim Badan Koordinasi Penganut Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Senin (10/2/2020).

Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan Erfan Efendi YA mengatakan, dalam pertemuan tertutup tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) selaku Ketua Bakorpakem Kabupaten Pasuruan, mempertanyakan seluk beluk pengobatan alternatif Ningsih Tinampi.

"Pertemuan itu untuk klarifikasi secara personal terkait pernyataan Bu Ningsih yang sempat viral, terkait dapat mengundang Rosul dan Malaikat. Serta pola pengobatannya beserta turunannya," jelas Erfan.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Tak hanya itu, Erfan menyebut jika Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH. Nurul Huda juga mempertanyakan kemampuan Bu Ningsih yang bisa melihat sosok gaib seperti jin.

"Saat ditanyai hal itu, Bu Ningsih menyampaikan sendiri jika dirinya tidak bisa melihat sosok mahluk gaib, jin dan setan," ungkap Erfan.

Meski tidak bisa melihat, lanjut Erfan, Ningsih Tinampi mengaku bisa berkomunikasi dengan makhluk gaib.

"Perwujudannya (makhluk gaib) ya dari yang kesurupan. Jadi interaksinya ya sama pasiennya yang kesurupan," bebernya.

Terkait peryataan kontroverial Ningsih Tinampi yang viral lantaran bisa mengundang Nabi, Rosul dan Malaikat. Ningsih pun mengaku keseleo lidah akibat rasa capeknya mengobati ratusan pasien.

"Menurut Bu Ningsih, dia itu merasa dilindungi oleh Malaikat, Rosul dan Allah SWT, saat mengobati pasiennya," sambung Erfan.

Adapaun hasil dari pertemuan tersebut, Tim Bakorpakem akan melakukan pembinaan terhadap Ningsih Tinampi selama membuka praktik pengobatan alternatif.

Loading...

"Dulu kan kita hanya pantau dari luar. Saat ini kita langsung on the spot, kalau ngomong ngawur, langsung kita selesaikan di sana," tegasnya.

Selain Kejaksaan dan MUI, dalam pertemuan itu juga dihadiri Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB), BAMAG, Bakesbangpol, Dinkes, Satpol PP, seluruh anggota PAKEM dari TNI-Polri, Satpol PP dan Pemerintah Desa Karangjati.

Berita Terkait