jatimnow.com

Guru Honorer SD Negeri di Surabaya Terkulai Sakit, Ini Asa Sang Anak

Editor : Sandhi Nurhartanto Reporter : Zain Ahmad
Dicky Edear Himawan Mukti bersama dua adik menjaga rumahnya saat ayahnya dirawat di RS Haji 🔍
Dicky Edear Himawan Mukti bersama dua adik menjaga rumahnya saat ayahnya dirawat di RS Haji

jatimnow.com - Eko Sumantoyo, guru honorer SDN di Surabaya kini dirawat di Rumah Sakit Haji karena mengalami sakit pembekuan darah di otak.

Anak kedua Eko Sumantoyo yang bernama Dicky Edear Himawan Mukti menyebut jika ayahnya telah dirawat di Rumah Sakit Haji sejak Sabtu (7/3).

Sebelumnya empat bulan pernah dirawat di Rumah Sakit dr Soetomo, terus sudah membaik dan boleh pulang.

Baca juga: 

Loading...

"Awalnya mengeluh sakit, pusing di kepala belakang, terus mual-mual, muntah. Kambuh lagi sakitnya. Kata dokter sakit pembekuan darah di otak," kata Dicky kepada jatimnow.com saat ditemui di rumahnya, Minggu (8/3/2020).

Ia menyebut, sehari-harinya tinggal bersama ayah dan ibunya Siti Syamsiyah, serta keempat saudaranya. Semenjak ayahnya dikeluarkan dari sekolah tempatnya mengajar hingga kini sakit, hanya kakak pertama dan ibunya yang mencari nafkah.

"Kakak saya yang pertama itu kerja ojek motor online. Kalau ibu bantu orang mengupas bawang. Setiap hari kadang dua tas kresek, diantar orang ke rumah sini. Setelah selesai diambil, ibu dikasih Rp 10 ribu. Sama jualan kecil-kecilan ini. Ya kayak galon, LPG, sampo. Kadang laku, kadang enggak," terangnya.

Ia menjelaskan jika kini ayahnya yang tengah dirawat di RS Haji tidak lagi menggunakan BPJS. Karena BPJS kesehatan ayahnya telah tidak aktif atau dinonaktifkan oleh Dinas Pendidikan (diknas) tempat Eko Sumantoyo bekerja sejak 4 bulan yang lalu.

"Kalau sekarang sudah tidak bisa lagi, karena ayah sudah tidak kerja lagi. Tapi kata kakak saya, nanti mau dibantu dari pukesmas untuk urus BPJS-nya," ungkapnya.

Dicky berharap agar ayahnya segera sembuh. Setiap hari dia hanya bisa berdoa.

"Mudah-mudahan ayah cepat sembuh agar bisa kumpul kembali. Adik ini yang kecil yang nyariin ayah terus, kasihan," tandasnya.

Mantan guru SD honorer itu tinggal di kawasan Manyar Sabrangan Surabaya. Kondisi rumahnya mengenaskan. Atap rumah berukuran 10x6 meter itu mengalami bocor ketika hujan.

Loading...