jatimnow.com

Uang Rp 45 Ribu Hasil Jualannya Dicuri, Mbah Hawati Tak Lapor Polisi

Mbah Hawati mendorong gerobaknya di jembatan Ngagel pada Rabu (13/11/2019) (Foto: Fajar Mujianto-jatimnow.com) 🔍
Mbah Hawati mendorong gerobaknya di jembatan Ngagel pada Rabu (13/11/2019) (Foto: Fajar Mujianto-jatimnow.com)

jatimnow.com - Meski Mbah Hawati (65) sudah melihat langsung pria yang mencuri uang Rp 45 ribu miliknya melalui video rekaman CCTV, tetapi Mbah Hawati memilih mengikhlaskannya. Penjual gorengan keliling ini pun tak melapor ke polisi.

"Mbah Hawati tidak mau melapor ke polisi karena sudah mengikhlaskannya," kata Bejo Sugiantoro menirukan salah satu temannya yang bertanya ke Mbah Hawati di Dinoyo, Surabaya, Rabu (11/3/2020).

Bejo menyebut, pencurian itu terjadi saat Mbah Hawati menunaikan Salat Duhur di salah satu masjid dalam gang di Dinoyo, Surabaya pada Selasa (10/3/2020). Meski setelah salah ia Mbah Hawati menyadari uangnya tidak ada, ia mengira uangnya jatuh dari gerobak yang setiap hari didorongnya itu.

Loading...

Baca juga: 

"Pas ditanya temenku, Mbah Hawati mengaku kehilangan uang Rp 45 ribu pas selesai Salat Duhur di masjid itu. Tapi dikiranya hilang karena jatuh. Pas video rekaman CCTV dilihatkan, Mbah Hawati baru tahu kalau uangnya hilang dicuri," terang Bejo.

Dari video berdurasi 33 detik yang dilihat jatimnow.com, seorang pria berkaus biru bercelana panjang gelap menghampiri gerobak Mbah Hawati yang terparkir di halaman masjid.

Pria berperawakan tinggi besar itu kemudian mengobok-obok gerobak Mbah Hawati dan mengambil sesuatu yang langsung dimasukkan ke dalam saku kanan celananya.

Mbah Hawati adalah penjual keliling yang tinggal sendirian di kawasan Ngagel, Surabaya. Setiap hari, ia mendorong gerobak berisi gorengan, kerupuk dan buah-buahan, mulai dari rumahnya menuju Darmo Kali hingga Dinoyo.

Dia sudah berjualan keliling selama 25 tahun dengan keuntungan antara Rp 30-50 ribu setiap hari. Meski tubuhnya rentah, ia tetap bersemangat berdagang keliling mulai pagi hingga pukul 16.00 Wib.