jatimnow.com

Cerita di Balik Ekskavasi Candi Keboireng Pasuruan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Moch Rois
Ekskavasi Candi Keboireng di Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan 🔍
Ekskavasi Candi Keboireng di Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan

jatimnow.com - Candi Keboireng di Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan kini tengah diekskavasi. Itu dilakukan setelah ditemukan kepala kala di candi tersebut.

Penjaga Candi Keboireng, Pawiji (55) menyebut, ekskavasi itu dilakukan Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, sejak Maret 2020. Meski sebenarnya kepala kala itu ditemukan sudah lumayan lama.

Pawiji bercerita, Candi Keboireng itu ditemukan pertama kali pada 1984. Candi Keboireng itu tergolong candi kecil yang awalnya disebut sebagai peninggalan peradaban Majapahit.

Loading...

Namun setelah diekskavasi tahun ini, kesimpulan awal menyebut bahwa umur Candi Keboireng itu lebih tua dari era Majapahit.

"Saat awal ditemukan oleh bapak saya, lalu digali oleh arkeolog dari Jogja pada Tahun 1984, tidak ada yang istimewa dari candi ini. Namun setelah dieskavasi lagi tahun ini, ternyata candi ini lebih tua dari era Majapahit," jelas Pawiji, Kamis (12/3/2020).

Proses ekskavasi Candi Keboireng di Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten PasuruanProses ekskavasi Candi Keboireng di Dusun Keboireng, Desa Ngerong, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan

Sementara itu, Arkeolog BPCB Trowulan Wicaksono Dwi Nugroho menyebut, ekskavasi ini bergerak dari data terakhir, yang menyebutkan jika Candi Keboireng ada di era Majapahit.

Namun temuan kepala kala dan dari hasil ekskavasi membuat para erkeolog melakukan penelitian kembali, apakah benar masa Majapahit atau mungkin lebih tua dari masa Majaphit.

"Dugaan lebih tua dari masa Majapahit, karena adanya tantra dan perwara. Di Candi Keboireng kita menemukan tiga perwara. Itu kan konsep (candi) Mataraman. Di Candi Majapahit kita jarang menemukan itu," ungkapnya.

Wicaksono menambahkan, konsep Candi Keboireng ini sama dengan Candi Badut yang dibangun pada era Mataram, dengan tiga perwaranya.

"Ini yang akan kita cari tahu. Apakah kemudian ini dari masa pra Majaphit, nanti hasilnya kita teliti," ungkapnya.

Hingga hari ini, tim arkeolog masih melakukan ekskavasi di area Candi Keboireng. Terlihat ada 15 grid ekskavasi yang dilakukan di atas tanah seluas 14x19 meter persegi itu.

"Kemarin tim ekskavasi menemukan kepengan koin China dan pecahan genting kuno," tandasnya.