Melihat dari Dekat Pembuatan Getuk Kurma di Ponorogo

Editor: Narendra Bakrie / Reporter: Mita Kusuma

Getuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo

jatimnow.com - Satu lagi jajanan unik yang bisa dinikmati saat takjil berbuka puasa di Kota Reog. Jajanan itu adalah getuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

Selain menyehatkan, getuk kurma juga bisa membuat perut menjadi kenyang. Tidak hanya getuk kurma, Siti Fatimah juga membuat getuk dengan aneka rasa, mulai dari rasa coklat, pandan, moca atau original serta rasa stroberi.

"Karena saat ini bulan puasa, makanya saya mencoba membuat getuk kurma," ungkap ibu dua anak ini, Minggu (10/5/2020).

Menurut Siti, membuat getuk kurma sama saja dengan membuat getuk dengan aneka rasa pada umumnya. Pertama singkong dikupas dan dibersihkan menggunakan air mengalir. Setelah bersih, singkong dikukus selama kurang lebih dua jam. Baru setelah matang, singkong ditumbuk dengan alat manual.

"Daging dan serat singkong harus dipisahkan biar empuk. Sehingga para pembeli tidak kapok membeli getuk di tempat saya," ujar wanita berusia 38 tahun ini.

Getuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten PonorogoGetuk kurma buatan Siti Fatimah, warga asal Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo

Untuk memberikan rasa kurma, Siti harus mengambil kurma pilihan kemudian dihaluskan menggunakan blender. Sari kurma lalu dicampurkan ke singkong yang sebelumnya ditumbuk dan dihaluskan. Campuran singkong dan kurma kemudian dimasukan ke dalam cetakan.

"Kalau dilihat sebenarnya mudah. Tapi bedanya penjual getuk lain dengan kami itu inovasi. Kalau berpatokan seperti getuk biasa sudah ditinggalkan orang," paparnya.

Siti menyebut bahwa kelebihan getuk kurma ini adalah teksturnya lebih lembut karena seratnya sudah dibuang semua. Selain manis dan enak, getuk kurma juga memiliki karbohidrat dan kalori tinggi.

"Cocok untuk menu berbuka atau membatalkan puasa. Harganya sangat terjangkau hanya 1.500 rupiah per bijinya," tambahnya.

Dia mengaku usaha getuk yang dijalaninya sudah turun menurun tiga generasi sejak 70 tahun lalu. Saat ini, dalam sehari Siti mampu menghabiska 100 kilogram singkong untuk membuat getuk.

"Karena bapak saya pembuat getuk, akhirnya diteruskan kepada kami anak-anaknya," ungkap Sti.

Salah satu pelanggan, Rokhimul mengatakan sudah dia kali membeli getuk rasa kurma. Dia menyebut bahwa rasanya lebih enak dan lebih legit.

"Kurmanya terasa. Tapi rasa khas gethuk lidri tidak ketinggalan. Biasanya saya nyoba coklat dan vanila. Puasa ini ada yang rasa kurma, akhirnya coba membelinya," ucapnya.

 

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter