jatimnow.com
Foto dan Nama pada KTP Mojokerto yang Ada di Markas ISIS Disebut Palsu

Agus saat menyambangi rumah adiknya yang ia sebut dicatut pada KTP yang ditemukan di markas ISIS di Yaman (Foto-foto: Achmad Supriyadi/jatimnow.com)

jatimnow.com - KTP warga Mojokerto, Jawa Timur yang ditemukan di markas ISIS di Yaman disebut palsu. Keluarga pemilik rumah menyebut tidak mengenal foto dan nama yang tertera pada KTP dalam video yang beredar di media sosial tersebut.

Pada KTP seperti dalam video viral itu tertera nama Syamsul Hadi Anwar (SHA) dengan alamat Japan Raya Jalan Basket RT 01 RW 12, Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Dari pantauan jatimnow.com di lokasi, rumah yang sesuai dengan alamat yang tertera dalam KTP itu dalam kondisi tidak terawat lantaran kosong atau tidak ada yang menempati.

Rumah itu berwarna oranye kombinasi kuning. Rumah dengan pagar berwarna coklat itu rusak di bagian atap depan. Rumah itu diketahui milik Moh Subhan yang saat ini bertempat tinggal di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Baca juga:  Beredar Video KTP Warga Mojokerto Ditemukan di Markas ISIS Yaman

Moh Subhan adalah suami dari adik kandung Agus Edi Faishol (52), yang ditemui jatimnow.com di lokasi. Agus datang ke rumah adiknya itu setelah dia pun mengetahui video berisi KTP dengan alamat rumah adiknya.

Rumah Subhan yang disebut dicatut jadi alamat KTP yang ditemukan di markas ISIS di YamanRumah Subhan yang disebut dicatut jadi alamat KTP yang ditemukan di markas ISIS di Yaman

"Ini rumah adik saya. Kebetulan saya yang megang kunci. Saya yang memperbaiki rumah ini. Tahu-tahu ada berita katanya ini dibuat sarang teroris," ujar Agus saat ditemui jatimnow.com di lokasi, Senin (31/8/2020).

Agus menambahkan, rumah adiknya itu sudah sekitar 10 tahun tidak ditempati dan keadaan rumah rusak dan sempat diperbaiki.

"Saya tidak kenal nama itu. Ini yang punya rumah namanya Aan (Moh Subhan) yang sekarang posisinya di Kalimantan Tengah. Saya tadi masuk ternyata tidak ada orang di dalam. Dan saya foto semua barangkali ada penyusup masuk. Ternyata tidak ada," ungkapnya.

Agus menyebut bahwa rumah adiknya tersebut sempat disewakan ke koperasi sekitar empat atau lima tahun lalu. Dan sebelum disewa tidak ada yang menempati.

"Dikontrak sekali oleh koperasi itu. Selanjutnya kosong. Saya sebulan atau dua bulan sekali mengecek ke sini. Kayaknya KTP itu palsu, karena rumah ini atas nama adik saya," pungkasnya.

Agus juga mengaku tidak mengenal foto dan mana dalam KTP yang memakai alamat rumah adiknya tersebut.

Loading...

Video penggerebekan markas ISIS di Yaman itu menjadi sorotan setelah akun Twitter FJ @Natsecjeff mengunggahnya. Akun ini mengunggah empat video pada pukul 12.51 Wib, Sabtu (29/8/2020).

"Houthi video footage from its recent ops against AQAP and IS in al-Bayda. #Yemen. (Rekaman video Houthi dari operasi terakhirnya melawan AQAP dan ISIS di al-Bayda. #Yaman)," tulis akun @Natsecjeff seperti yang dilihat jatimnow.com, Minggu (30/8/2020).

Dalam video itu tampat militan Houthi menemukan sebuah KTP Warga Negara Indonesia (WNI) tepatnya Mojokerto, Jawa Timur. Juga telihat uang rupiah pecahan Rp 10 ribu, Rp 5 ribu dan Rp 2 ribu.

Berita Terkait