jatimnow.com
Terungkap! Surat untuk Warga itu Ternyata Bukan dari Wali Kota Risma

Capture video pengirima surat berstempel surat Bu Risma

jatimnow.com - Surat imbauan datang ke TPS (tempat pemungutan suara) yang mengatasnamakan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, akhirnya terungkap.

Misteri dibalik itu, ternyata pengiriman surat ajakan tersebut atas perintah dari tim pemenangan Eri Cahyadi-Armudji (ErJi).

Baca juga: 

Juru Bicara Tim Pemenangan ErJi, Ahmad Hidayat mengatakan pengiriman amplop cokelat yang berstempel surat Bu Risma untuk warga Surabaya yang disebar ke warga, bukan instruksi langsung dari Wali Kota Tri Rismaharini

"(Instruksi) dari Tim Pemenangan Eri Cahyadi dan Armudji," ujar Hidayat saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp (WA), Kamis (3/12/2020).

Dalam surat Risma untuk warga Surabaya yang ada tandatangan Tri Rismaharini pada 22 Nopember 2020, diantaranya berisi ajakan 'Ayo datang ke TPS-TPS, tidak golput dan pilih Eri-Armudji'.

Beredarnya surat Risma untuk warga Surabaya mendapat tanggapan beragam. Dari kubu pasangan calon nomor 1 Eri Cahyadi-Armudji (ErJi), mereka mengklaim banyak warga surprise mendapatkan surat dari Risma.

"Banyak warga yang melaporkan kepada kami. Warga senang dan gembira menerima surat personal dari Bu Risma. Warga tidak menyangka akan dapat suprise," kata Hidayat.

Tapi, banyak juga warga yang awalnya bahagia mendapatkan surat Risma, berujung kekecewaan.

"Sebenarnya saya merasa bahagia, karena saya merasa dihargai. Surat ini untuk kapasitas sebagai seorang kader. Tapi setelah saya buka, terus terang saya merasa kecewa. Kekecewaan saya karena di dalam surat tersebut ada ajakan Bu Risma untuk memilih salah satu paslon dan juga dilampiri profil atau brosur dari paslon tersebut," ujar Eni, warga Simokerto yang juga menjadi kader Pos Yandu, kader Bumantik dan Kader Paud.

Jagad Hari Seno, kakak kandung Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana juga mengajak warga Kota Pahlawan untuk menolak surat Risma.

"Saatnya kita WANI (berani) bersama-sama MAJU untuk Surabaya. 9 Desember nanti, kita berbondong-bondong menuju TPS. Kita coblos 02 (Machfud Arifin-Mujiaman) wujudkan kemenangan demokrasi dan bebasnya Surabaya dari oligarki Risma," ujar Seno.

Juga banyak video beredar tentang pengakuan kurir pengiriman surat Risma yang hanya mendapatkan imbalan Rp 2 ribu untuk setiap pengiriman surat.

Loading...

Jubir Tim Pemenangan Erji, Ahmad Hidayat enggan menerangkan siapakah kurir-kurir yang mengirimkan surat Risma.

Hidayat juga tidak menjawab, apakah kader PDIP yang menjadi kurir dan berapa jumlah kurir yang dilibatkan.

"Cukup nggih mas," pungkas Hidayat.

Berita Terkait