Pixel Code jatimnow.com

Banjir di Ponorogo, 83 Hektar Sawah Terancam Gagal Panen

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Mita Kusuma

jatimnow.com - 83 hektar persawahan yang ada di Kabupaten Ponorogo terancam gagal panen setelah banjir menerjang kawasan Bumi Reog.

"Yang terdampak banjir ada sekitar 83 hektar sawah. Artinya terancam gagal panen atau puso," ujar Kabid Tanaman Pangan Holtikultura Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Ponorogo, Medi Susanto, Jumat (5/2/2021) .

Ia menyebut, sawah yang terendam banjir diantaranya 10 hektar di Desa Madusari, Desa Jetis ada 3 hektar, Desa Ngabar 1 hektar, Desa Weton 10 hektar terdampak, Pakunden 5 hektar dan Surodiktaman 6 hektar.

"Paling banyak justru di Kelurahan Kepatihan ada 22 hektar dan di Paju ada 28,4 hektar," terangnya.

Baca juga:
Tolong! Warga Keling Ponorogo Terdampak Banjir Butuh Bantuan

Ia berharap agar cuaca di Ponorogo kembali membaik.

"Umurnya padi sudah 50 - 60 hari. Apalagi di deket bantaran Paju, kalau 3 hari tergenang itu sudah puso. Tapi untuk sekarang posisinya bila surut bisa selamat. Kalau 3 hari tidak surut maka puso dan bisa busuk," jelas Medi.

Baca juga:
Sungai Sekayu Meluap, Satlantas Polres Ponorogo Rekayasa Lalu Lintas

Menurutnya 83 hektar sawah itu sebagian besar tidak mengikuti asuransi. Jika ikut asuransi, petani akan mendapat ganti rugi.

"Itu pun tergantung kalau puso. Kalau ikut asuransi bisa diklaim kan kalau kerusakan 75 persen. Kalau kurang tidak bisa dan yang menentukan petugas. 75 persen klaim penuh satu hektar Rp 6 juta," pungkasnya.

SPTP: Arus Peti Kemas Semester 1 Tahun 2024 Tumbuh 6 Persen
Ekonomi

SPTP: Arus Peti Kemas Semester 1 Tahun 2024 Tumbuh 6 Persen

"Peti kemas internasional tumbuh sekitar 5,76 persen jika dibandingkan dengan semester 1 tahun 2023 dan peti kemas domestik tumbuh sekitar 6 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya,” jelas Widyaswendra.