Hewan Ternak di Banyuwangi Terdampak Abu Vulkanik Gunung Raung

Petugas Dinas Peternakan Banyuwangi memeriksa kesehatan hewan ternak warga yang terdampak abu vulkanik Gunung Raung

jatimnow.com - Puluhan ternak milik warga di lereng Gunung Raung mengalami sakit, disebut akibat terpapar abu vulkanik. Para pemilik ternak mengaku, nafsu makan hewan peliharaan mereka berkurang.

"Sudah hampir dua minggu sapi saya enggan makan rumput," ujar Wawan, warga Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (25/2/2021).

Loading...

Ada sekitar 64 ekor sapi dan beberapa ekor kambing yang dilaporkan warga mengalami penurunan nafsu makan.

Menanggapi keluhan warga, Camat Songgon, Kunta Prastawa melapor ke Dinas Peternakan Banyuwangi agar segera mendapat tindakan.

"Ini sebagai respon kami dari pemerintah atas apa yang terjadi di wilayah kami. Saya segera melakukan antisipasi penyakit ternak akibat dampak abu vulkanik Gunung Raung," jelas Prastawa.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dinas Pertanian Banyuwangi, Nanang Sugiharto menyebut bahwa pihaknya melakukan langkah preventif untuk ternak warga yang terdampak abu vulkanik.

"Akibat erupsi Raung, rumput di sekitar gunung terpapar abu sehingga mengakibatkan ternak enggan makan rumput. Jika ternak sampai memakan rumput yang sudah terkontiminasi abu, hewan tersebut akan mengalami kolik abdomen," papar Nanang.

Kondisi itu, lanjut Nanang, yang menjadi fokus agar peternak tidak lantas merugi. Apalagi, jika ternak mengalami sakit parah hingga terjadi kematian.

"Jadi abdomen, kolik abdomen ini yang kita cegah agar tidak ada kerugian. Apalagi ada laporan dari warga yang mengatakan ternak mereka tidak mau makan," ungkapnya.

Menurut Nanang, langkah awal yang dilakukan yaitu ternak diberikan pengobatan, meski beberapa ternak mengalami keluhan berbeda.

"Langkahnya ada pemberian vitamin, pengobatan jika sakit, diberikan obat cacing dan pemberian mineral," terangnya.

Meski demikian, kata Nanang, secara data, dampak erupsi Gunung Raung bagi ternak belum begitu terasa. Namun pihaknya terus melakukan langkah antisipasi lebih dini.

"Dampaknya memang tidak begitu nampak. Tapi kami mengimbau kepada warga agar makanan ternak rumput ini yang terkena abu agar dibersihkan atau dicuci. Ini untuk meminimalisir adanya kejadian yang menimbulkan penyakit," tegasnya.

"Dampak yang terasa yaitu hanya menimbulkan penyakit individu saja. Kita lakukan preventif khususnya di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon ini yang paling parah," jelasnya.

Berita Terkait