jatimnow.com
Puluhan Sopir dan Karyawan Damri di Surabaya Tuntut Pelunasan Gaji

Suasana garasi Bus Damri di Jalan Jagir, Surabaya (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan sopir, kondektur dan karyawan Bus Damri menuntut pelunasan gaji mereka yang belum dibayar sejak Mei 2020. Tuntutan itu mereka sampaikan di Kantor Cabang Damri Jalan Jagir, Wonokromo, Surabaya.

"Kalau nggak normal itu mulai tengah-tengah tahun, antara Mei itu. Kira-kira tengah-tengah habis pandemi itu bulan 6. Itu intinya sudah nggak stabil," ujar Sutrisno, salah satu sopir Bus Damri ditemui di lokasi, Sabtu (1/5/2021)

Sutrisno bersama kurang lebih 50 orang lainnya menuntut kepada manajemen untuk memberikan kejelasan atas pelunasan gaji mereka yang belum dibayar.

Mereka terpaksa mendatangi kantor manajemen lantaran sudah hilang kesabaran. Sebab gaji yang diterima tidak pernah cukup untuk menghidupi keluarga hingga satu bulan hingga terpaksa mencari pinjaman.

Salah satu sopir Bus Damri menunjukkan rincian gaji mereka yang belum dilunasi manajemenSalah satu sopir Bus Damri menunjukkan rincian gaji mereka yang belum dilunasi manajemen

"Ya seumpama Rp 3,5 juta cuma diberi Rp 750 ribu, Rp 1 juta. Cuma dikasih itu. Itu kan diutang. Tapi perut kita kan ndak bisa diutang. Walaupun kita pinjem orang kan kita punya janji. Nah kalau dari kantor tidak ada kepastian, kan kita jadi bingung," tambah dia.

Sutrisno mengaku, mulai Mei 2020 gajinya mulai dipotong Rp 1 juta tiap bulan, dari gaji yang semestinya.

"Gaji saya aja sampai sekarang numpuk sisa Rp 22 juta. Ini yang tertunda," ungkap dia.

Dalam tuntutannya, Sutrisno bersama rekan-rekannya juga meminta untuk dipertemukan dengan pihak manajemen pusat. Dia mengaku akan bersabar hingga senin depan. Jika hak gaji tak segera diberikan, dia dan teman-temannya akan mogok kerja.

"Kita minta untuk mendatangkan direksi pusat, entah lewat zoom atau offline, kita tunggu sampai senin. Kalau nanti nggak ada kepastian yang jelas, kita berhenti total," tandasnya.

Loading...

Sementara saat sejumlah awak media mencoba mengonfirmasi pihak manajemen, beberapa karyawan menyebut bahwa pihak manajemen tidak ada.

Berita Terkait