jatimnow.com
Mahasiswa UMSurabaya Gelar Teatrikal dan Galang Donasi untuk Palestina

Mahasiswa UMSurabaya saat menggelar teatrikal dan galang donasi untuk Palestina

jatimnow.com - Mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) menggelar aksi teatrikal bertajuk "Teater Ibu Bumi Palestina" di halaman kampusnya, Kamis (20/5/2021).

Aksi teatrikal yang diperagakan 8 mahasiswi itu menggambarkan kekejaman tentara Israel terhadap masyarakat Palestina, khususnya terhadap kaum perempuan dan anak-anak.

Selain aksi tersebut, UMSurabaya juga menggalang donasi yang akan disalurkan melalui Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU) yang telah memiliki hubungan dengan Kementerian Kesehatan Palestina, sehingga dipastikan tidak akan salah sasaran.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Salah satu pemeran teatrikal, Amelia Rhismaretha mengatakan, dengan aksi tersebut mereka berharap mahasiswa dapat meningkatkan rasa kemanusiaan untuk negara Palestina.

"Aksi ini merupakan inisiasi dari kami. Kita tahu, sekarang ada persoalan konflik di Palestina. Makanya dari FAI kita berinisiatif menggelar ini, karena konflik bukan lagi soal agama tapi juga kemanusiaan," tuturnya.

Amelia menambahkan, teatrikal ini juga sebagai simbol mengutuk segala aksi represif dan diskriminatif yang dilakukan pemerintah Israel terhadap masyarakat Palestina.

Mahasiswa UMSurabaya saat menggelar teatrikal dan galang donasi untuk PalestinaMahasiswa UMSurabaya saat menggelar teatrikal dan galang donasi untuk Palestina

"Melalui aksi ini, kami mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) maupun Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk tidak tinggal diam, serta berperan aktif guna meredakan konflik yang terjadi. Kami juga menyerukan negara-negara di seluruh dunia bersatu mengutuk serta memutuskan hubungan bilateral dengan Pemerintah Israel," paparnya.

Sementara Dekan Fakultas Agama UMSurabaya, Thoat Setiawan menegaskan apa yang terjadi di Palestina saat ini adalah konflik kemanusiaan, bukan lagi konflik politik atau perluasan wilayah.

"Pendekatan yang digunakan tidak cukup dengan pendekatan politik maupun agama. Karena ini adalah konflik kemanusiaan, dan sisi humanisme menjadi pertimbangan utama bagaimana kita bersikap terhadap konflik ini," terang Thoat.

Menurut Thoat, wilayah Yerussalem sebagai kota suci tiga agama tidak semestinya dikotori dengan perang dan pertumpahan darah. Hal itu terbukti dengan penolakan terhadap aksi Pemerintah Israel yang dilakukan berbagai elemen masyarakat dari negara, etnis maupun agama berbeda.

"Ini menunjukkan solidaritas kemanusiaan yang dibangun telah menjebol sekat-sekat sektarian dan apabila solidaritas tersebut dipupuk dan diperkuat dengan baik harapannya dapat mewujudkan perdamaian abadi bagi masyarakat dunia," ujar dia.

Loading...

UMSurabaya juga mendukung sikap presiden dan bangsa Indonesia yang konsisten secara keras dan tegas untuk menolak agresi militer Israel.

"Bagaimana bangsa indonesia sebagai playmaker dalam kepedulian kemanusiaan ini menunjukkan konsistennya dalam mendukung Palestina," tandasnya.

Berita Terkait