jatimnow.com
Beredar Pesan Klarifikasi Khofifah Terkait Video Viral Acara Ulang Tahunnya

Gubernur Khofifah menyantuni anak yatim dalam acara ulang tahunnya (Foto-foto: Humas Pemprov Jatim)

jatimnow.com - Sebuah pesan berisi klarifikasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terkait acara ulang tahun (ultah) dirinya ke ke-56 dan ulang tahun ke-37 Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, beredar di sejumlah WhatsApp Grup.

Sebelumnya video acara ultah Gubernur Khofifah dan Wagub Emil tersebut viral dan disebut menyebabkan kerumunan. Namun Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono menyebut bahwa acara itu sudah menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Baca juga:  Viral Video Pesta Ulang Tahun Gubernur Khofifah, Ini Respon Plh Sekdaprov Jatim

Heru juga menyebut bahwa acara tersebut merupakan kejutan, yang sama sekali tidak diketahui oleh Gubernur Khofifah. Dia menjelaskan bahwa dirinya lah yang membuat ide kejutan tersebut dengan mengajak sejumlah kepada OPD dan staf di Pemprov Jatim.

Berikut pesan berisi klarifikasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang beredar tersebut:

Assalamu'alaikum. Wr. Wb.
Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun Khofifah ada kerumunan atau serupa.

Penjelasan di bawah ini semoga dapat memberikan info yang terlanjur terdistorsi :

1. Bahwa syukuran tanggal 19 Mei semua persiapan tanpa sepengetahuan apalagi persetujuan saya. Berita yang muncul cenderung tidak faktual dan tidak obyektif.
2. Tidak ada lagu ulang tahun...tidak ada ucapan ulang tahun, tidak ada bersalam atau berjejer....juga tidak ada potong kue tart ultah.
3. Ada santunan yatim dan Sholawat Nabi seperti kegiatan lainnya. 10 anak yatim dan 2 orang tim sholawat dengan 6 orang rebana. Selesei acara mereka makan terus pulang.
4. Ada penyerahan buku penanganan Covid karya Dr. Suko Widodo (UNAIR).
5. Yang hadir wagub (tanpa istri), saya tanpa putera, sekda dan beberapa OPD semua tanpa pendamping sebanyak 31 orang.
6. Ada band yang biasa dipakai latihan OPD.
7. Ada Katon Bagaskara karena tanggal 18 sedang ada giat di Surabaya. Katon juga kawannya Pak Sekda.
8. Perihal catering yang katanya nomer satu itu adalah Sono Kembang yang biasa menjadi langganan Grahadi setiap ada tamu.
9. Tempat di halaman luar rumdin (rumah dinas) kapasitas normal bisa 1000 orang. Jika ditambah samping bisa sampai 1500 orang. Tetapi yang hadir 31 orang plus 10 anak yatim dan 8 tim sholawat dan rebana.
10. Angle yang diambil terkesan berkerumun saya mohon maaf. Tidak ada terbersit rencana syukuran bersama OPD apalagi pesta ultah. Jauh dari tradisi saya. Posisi berdiri adalah posisi jelang bubaran karena pada dasarnya undangan duduk. Kecuali tim catering dan bagian umum.
11. Lepas dari itu semua saya sekali lagi mohon maaf yang sebesar-besarnya telah menjadikan suasana terganggu.

"Demikian, mohon maaf jika video yang beredar seolah kami tidak memperhatikan protokol kesehatan, hal tersebut tidak benar sama sekali," ujar Gubernur Khofifah seperti tersebar di sejumlah WhatsApp Grup yang dilihat jatimnow.com, Sabtu (22/5/2021).

Gubernur Khofifah menerima buku karya Dr Suko Widodo saat acara ulang tahun tersebutGubernur Khofifah menerima buku karya Dr Suko Widodo saat acara ulang tahun tersebut

Loading...

Sementara Penulis Buku Jejak Langkah Pencegah Wabah, Dr. Suko Widodo menyebut, bila dalam acara tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan, tentunya dia tidak akan datang dalam kegiatan tersebut.

"Saya juga di sana untuk menyerahkan buku yang saya tulis. Jika tidak prokes, pastilah saya orang pertama akan keluar. Juga acara tertutup dan tidak ada media," ungkap Suko yang juga menjabat sebagai Tim Pakar Satgas Covid--19 Jatim Bidang Perubahan Perilaku itu .

Berita Terkait