jatimnow.com
Peredaran 3,9 Kg Narkoba Jaringan Malaysia Digagalkan, Sepasang Kekasih Dibekuk

Peredaran narkoba jaringan Jakarta-Malaysia dibongkar

jatimnow.com - Tim gabungan Ditreskoba Polda Jatim dan Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya membongkar peredaran narkoba jaringan Jakarta-Malaysia. Dua orang diamankan.

Kedua pelaku yakni Rany Aswad (39), asal Maluku Utara dan Idoko Chikwado Kenneth (34), warga negara asing (WNA) dari Nigeria. Keduanya adalah pasangan kekasih.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari petugas bea cukai yang mencurigai sebuah paket hanya bertuliskan nomor telepon atas nama RA, pada Kamis (15/9) malam.

Petugas Bea Cukai kemudian menghubungi Ditreskoba Polda Jatim untuk menindaklanjuti paket tersebut, lantas melakukan controlled delivery.

Penyelidikan dilanjutkan dengan petugas yang mencoba menghubungi nomor yang tertera di paket. Namun, tidak ada jawaban.

Tak lama kemudian nomor tersebut membalas dengan SMS menunjukkan alamatnya yang terletak di Apartemen City Park Gate Barat, Jalan Kamal Raya Cengkareng, Jakarta Barat.

Tim gabungan berangkat ke Jakarta untuk menyergap tersangka dengan membawa kiriman paket tersebut.

"Tersangka RA bersama ICK ini menerima paket tersebut. Mereka kemudian ditangkap dan diminta membuka paket yang berisi delapan bungkus plastik sabu-sabu seberat 3.984 gram dan 1.780 pil ekstasi," sebut Gatot, Senin (27/9/2021).

Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial K di Malaysia menggunakan ekspedisi laut.

"Modusnya narkoba dimasukkan ke kaleng makanan di dalam kardus yang sudah dimodifikasi berisi makanan dan pakaian," jelasnya.

Loading...

Dari pengakuan tersangka, narkoba dan pil ekstasi itu akan diedarkan ke seluruh Indonesia, salah satunya di Kota Surabaya.

"Kedua tersangka ini memiliki hubungan dekat, makanya dia (tersangka Idoko) memakai orang Indonesia membantu proses peredaran biar nyambung komunikasinya," tandas Gatot sambil menyebut pihaknya masih mendalami kasus tersebut termasuk membongkar jaringan di atasnya.

Berita Terkait