Pixel Code jatimnow.com

Marak Pinjol Ilegal, Polisi Buka Layanan Hotline Bagi Masyarakat

Editor : Arina Pramudita   Reporter : Zain Ahmad
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta. (Foto: Zain Ahmad/jatimnow.com)

Surabaya - Polda Jatim kini membuka layanan pengaduan atau hotline bagi masyarakat, menyusul maraknya pinjaman online (pinjol) ilegal.

"Siapa saja yang merasa dirinya terancam karena melakukan pinjaman online dan dipaksa diancam oleh para penagih, silahkan menghubungi nomor 08119971996," tegas Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta usai merilis kasus pinjol ilegal, Senin (25/10/2021).

Baca juga:

Selain di polda, Nico juga telah menginstruksikan jajarannya di tingkat polres hingga polsek supaya menampung segala bentuk laporan masyarakat seputar pinjol ilegal.

Ia juga memerintahkan, menggelar operasi pengecekan legalitas perusahaan-perusahaan pinjaman online di wilayahnya.

"Kita juga akan melakukan penegakkan hukum yang tegas kepada perusahaan-perusahaan yang melaksanakan kegiatan pinjaman online tanpa izin," tegas Nico.

Baca juga:
Jatim Proyeksikan Produksi Jagung 5,4 Juta Ton di 2026

Jenderal bintang dua tersebut menambahkan, langkah yang diambil polda sebagai bentuk upaya serius aparat penegak hukum dalam memberantas praktik pinjol ilegal.

Menurutnya, perusahaan-perusahaan pinjol ilegal memang kerap melakukan aksi penagihan dengan cara melanggar hukum.

"Kami mengimbau kepada masyarakat melaporkan melalui hotline atau polisi terdekat apabila mengetahui perusahaan-perusahaan (pinjol) melakukan kegiatan tanpa izin ataupun melakukan kegiatan dengan melanggar hukum dengan cara menyebar informasi dan ancaman," tandasnya.

Baca juga:
Selamatkan Uang Negara Rp 110 M, Kinerja Polda Jatim Tuai Pujian Senayan

Polda Jatim sendiri telah meringkus tiga penagih hutang alias debt collector (DC) pinjol ilegal. Para tersangkanya yakni Alditya Puji Pratama (27) asal Surabaya, Rendy Hardiansyah (28) dan Anggi Sulistya Agustina (31) asal Kabupaten Bogor.

Ketiganya ditetapkan tersangka karena kerap kali menagih hutang dengan cara mengirim pesan SMS atau WhatsApp (WA) bernada ancaman serta teror.

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam