jatimnow.com

Ditinggal Salat, Rumah di Banyuwangi Terbakar

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Rony Subhan
Rumah milik Trimo (60), warga Dusun Kebaman, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, terbakar . (Foto: Rony Subhan) 🔍
Rumah milik Trimo (60), warga Dusun Kebaman, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, terbakar . (Foto: Rony Subhan)

Banyuwangi - Kebakaran terjadi di rumah milik Trimo (60), warga Dusun Kebaman, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (1/12/2021) sekitar pukul 17.30 Wib. Rumah tersebut juga dijadikan bengkel shock breaker.

Api menghanguskan hampir seluruh isi rumah serta bengkel. Peristiwa terjadi saat pemilik rumah, Trimo, sedang melaksanakan salat di rumahnya. Sedangkan anak dan kedua cucunya juga berada di dalam rumah.

Anak pemilik rumah, Nanang (42), mengetahui ada api di rumahnya tetapi kondisinya sudah mulai membesar. Nanang berusaha menyelamatkan kedua anak dan memanggil bapaknya agar segera keluar rumah.

Loading...

Lalu Nanang berteriak memanggil tetangga untuk meminta bantuan. Pada saat itu juga warga berdatangan. Tetapi api sudah menjalar ke atap dan genteng rumah. Dengan alat seadanya warga bersama-sama berusaha memadam api.

“Saya mengetahui ada api dari anak saya paling besar ia berteriak “bapak ada api”. Setelah saya mendekatinya kasur sudah terbakar dan menjalar ke atap rumah. Seketika itu bergegas ajak anak-anak dan bapak saya keluar rumah lalu minta pertolong warga,” terangnya.

Tidak lama setelah itu, 6 unit pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api. Ke-6 unit mobil Damkar tersebut berasal dari Kota Banyuwangi 2 unit, dari Kecamatan Gambiran 2 unit dan Kecamatan Genteng 2 unit.

Api dapat dipadamkan kurang lebih 1 jam setelah 6 Damkar dan 16 personil pemadam kebakaran pendatangi lokasi. Mereka mengalami kesulitan saat ke lokasi karena sempitnya akses jalan menuju rumah yang terbakar.

“Kita tadi ada kendala saat mobil Damkar menuju lokasi rumah yang terbakar karena gangnya sempit. Juga aliran listrik di rumah itu masih belum diputus. Tetapi berkat teman-teman dan dibantu warga, api cepat kita padamkan. Kurang lebih 1 jam api sudah padam,” kata Sutikno, anggota porsenil Damkar.

Kapolsek Srono, AKP Achmad Junaedi menjelaskan, api pertama kali muncul di ruang keluarga dari hasil penyelidikan api muncul dari kasur yang berbakar.

“Hasil penyelidikan asal api dari kasur di ruang keluarga. Api diketahui oleh anak Nanang, yang masih berumur 8 tahun, ia berteriak memanggil bapaknya yang berada di kamar sebelah,” jelasnya.

"Pak Trimo sendiri pada saat itu sedang salat di dalam rumah itu. Terdapat 4 orang di dalam rumah itu, yaitu Trimo, Nanang dan kedua anak Nanang. Alhamdulilah semua selamat,” terangnya. Lanjut Kapolsek, korban mengalami kerugian materil mencapai Rp150 juta.

Sementara itu terkait penyebab kebakaran, sampai saat ini pihak kepolisian mengaku masih melakukan penyelidikan lebih dalam.

Namun dugaan sementara, asal api dari korek yang dimainkan cucu Trimo. Berdasar keterangan Nanang, anaknya yang bernama Sakila (8), itu bermain sendiri di atas kasur depan televisi. Nanang mengaku melihat anaknya itu sempat bermain korek api.

Saat ini, keluarga koban mengungsi di tempat saudaranya yang tidak jauh dari rumah yang terbakar.