jatimnow.com

Pengakuan Pria yang Jalan Kaki dari Pasuruan ke Mabes Polri untuk Cari Keadilan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Moch Rois
Samsul Hadi, pria yang jalan kaki dari Pasuruan menuju Mabes Polri 🔍
Samsul Hadi, pria yang jalan kaki dari Pasuruan menuju Mabes Polri

Pasuruan - Pria yang jalan kaki dari Bangil, Pasuruan ke Mabes Polri di Jakarta ternyata bernama Samsul Hadi. Aksi pria 59 tahun itu viral di media sosial.

Samsul Hadi alias Cak Pesek menjelaskan jika aksi jalan kaki tersebut dilakukannya pada Senin (29/11/2021).

"Saya niat dalam diri saya jalan kaki ke Jakarta untuk mencari keadilan buat cucu saya Vita Diana Musayada. Saya berangkat Senin (29/11) malam, jalan kaki lewat Surabaya," jelas Samsul saat ditemui wartawan, Jumat (3/11/2021).

Baca juga:  

Loading...

Setelah melewati Surabaya, Samsul meneruskan perjalanan melewati Gresik, Lamongan, Tuban hingga masuk ke Provinsi Jawa Tengah berjalan kaki, menyusuri Kabupaten Rembang dan Kudus.

"Saat jalan kaki banyak yang foto saya. Kemudian saya bertemu polisi dan ditanyakan tujuan kemana dan sudah vaksin apa belum. Katanya percuma ke Jakarta kalau tidak punya surat vaksin, tidak bisa ketemu. Lalu saya diminta kembali. Akhirnya saya kembali naik bus, Rabu (1/12)," beber dia.

Meski niatnya ke Mabes Polri untuk mencari keadilan tidak berhasil, Samsul tetap berjuang untuk keadilan bagi cucunya dengan menempuh banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Bangil.

Samsul dan pengacara cucunya sudah mendaftar banding, sebelum melakukan aksi jalan kaki ke Mabes Polri.

"Sebelumnya saya marah dan memutuskan untuk aksi jalan kaki. Saat ini saya fokus ke banding. Sidangnya mungkin sebulan lagi," terangnya.

Samsul tetap meyakini jika Vita, cucunya, yang divonis 4 tahun penjara oleh PN Bangil karena kasus narkotika jenis sabu benar-benar tidak bersalah.
Menurut dia, dua klip sabu yang ditemukan polisi di helm Vita adalah buah dari rekayasa penjebakan, yang dilakukan oknum polisi.

"Helm cucu saya digeledah dan ditemukan barangnya. Cucu saya langsung kaget dan keheranan, kok ada sabu," bebernya.

Terkait Ari Rifki Iksan Firmansyah, suami Vita, yang ditangkap polisi membawa senjat tajam (sajam), Samsul membenarkannya.

"Suami cucu saya memang bawa senjata tajam untuk membela diri, karena kan mereka perjalanan naik motor dari Kecamatan Pasrepan ke Bangil," tandasnya.