Pixel Code jatimnow.com

Polisi Minta Warga Surabaya Tak Lakukan Pawai Saat Malam Tahun Baru

Editor : Narendra Bakrie   Reporter : Farizal Tito
Pemusnahan knalpot brong di Mapolrestabes Surabaya (Foto-foto: Farizal Tito/jatimnow.com)
Pemusnahan knalpot brong di Mapolrestabes Surabaya (Foto-foto: Farizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - Polrestabes Surabaya musnahkan 2.512 botol minuman keras (miras) dan 862 knalpot brong hasil sitaan Operasi Cipta Kondisi dan operasi rutin selama satu bulan jelang perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 atau Nataru.

Ratusan knalpot brong dihancurkan menggunakan alat gerinda dan ribuan botol miras dilindas menggunakan alat berat di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (23/12/2021).

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo mengatakan, pemusnahan barang bakti tersebut selain sebagai peringatan, juga untuk mengedukasi masyarakat.

Penindakan akan terus dilakukan apabila masih ditemukan kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar dan bila masih ada penjual miras ilegal di Surabaya.

"Kami akan tindak jika masih kami temukan penjual miras ilegal maupun kendaraan dengan knalpot tak sesuai standar," tegas Hartoyo.

Dia mengungkapkan, Satresnarkoba akan menindak bila ada yang menjual miras ilegal. Satlantas juga dikerahkan untuk menindak pengguna knalpot brong di malam tahun baru. Penindakan melibatkan TNI dan Satpol PP dalam menjaga kondusifitas Kota Pahlawan.

Baca juga:
Malam Tahun Baru di Surabaya Dirayakan Sederhana dengan Doa Lintas Agama

"Kami antisipasi penjualan miras ilegal ini, sebagai langkah kami mencegah gangguan keamanan jelang Natal dan Tahun Baru," ungkapnya.

Pada pergantian malam tahun baru yang masih di masa pandemi Covid-19 ini, Hartoyo meminta masyarakat untuk tidak pawai.

"Lebih baik berdoa untuk tahun depan yang lebih baik. Agar Surabaya tetap aman dan Covid-19 segera hilang," tandasnya.

Baca juga:
Mecel Bareng Mbak Wali, Rayakan Malam Pergantian Tahun di Ikon Baru Kota Kediri

Pemusnahan miras di Mapolrestabes SurabayaPemusnahan miras di Mapolrestabes Surabaya

 

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam