jatimnow.com

Sebelum Kabur dari Rudenim Surabaya di Pasuruan, WN Palestina itu Serang Petugas

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Moch Rois
Kolase detik-detik kaburnya WN Palestina dari Rudenim Surabaya di Pasuruan dan foto deteni yang kabur 🔍
Kolase detik-detik kaburnya WN Palestina dari Rudenim Surabaya di Pasuruan dan foto deteni yang kabur

Surabaya - Sebalum kabur dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Surabaya di Raci, Pasuruan, Warga Negara (WN) Palestina itu sempat menyerang petugas.

Kini, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur (Kanwil Kemenkumham Jatim) bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk memburu deteni asal Palestina bernama Moin D. Habib Bin Habib Mohammad (41) tersebut.

Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Jatim, Jaya Saputra menyebut bahwa deteni itu kabur sekitar pukul 12.00 WIB, Minggu (2/1/2021).

Loading...

Baca juga:  WN Palestina Dilaporkan Kabur Bawa Mobil Dinas Rudenim Surabaya di Pasuruan

"Pelarian deteni berinisial MDH itu berawal saat petugas hendak melakukan penguncian blok hunian. Sesuai SOP yang ada, petugas mengontrol tiap blok dan petugas berada di lorong blok deteni. Awalnya situasi kondusif dan aman," ujar Jaya dalam siaran pers yang diterima jatimnow.com.

Namun, beberapa saat kemudian, deteni itu mengambil jemuran dan tiba-tiba lari keluar blok serta berusaha mengambil motor petugas. Saat perebutan motor, terjadi perkelahian antara deteni dan petugas.

"Saat perkelahian terjadi, deteni MDH berhasil lari ke pintu depan," lanjut Jaya.

Sesaat setelah sampai di bagian depan Rudenim, deteni MDH merusak tempat penyimpanan kunci mobil. Dia lalu mengambil mobil yang ada di garasi. Deteni itu melarikan diri dengan menabrakkan mobil berkali-kali ke pintu pagar.

"Saat ini kami telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian maupun TNI untuk pencarian," terang Jaya.

Dia juga berharap informasi dari masyarakat jika melihat mobil yang dibawa lari oleh deteni MDH. Yaitu mobil Chevrolet Orlando berwarna hitam dengan nomor polisi N 1030 SP (pelat merah).

"Kami membuka pintu seluas-luasnya jika ada informasi dari masyarakat," tutupnya.

Loading...