Pixel Code jatimnow.com

DBD Merebak di Mojokerto, Satu Anak Meninggal 7 Dirawat

Editor : Arina Pramudita Reporter : Achmad Supriyadi
Fogging untuk mengantisipasi DBD. (Foto: Nor for jatimnow.com)
Fogging untuk mengantisipasi DBD. (Foto: Nor for jatimnow.com)

Mojokerto - Demam berdarah dengue (DBD) merebak di Desa Parengan, Kecamatan, Jetis, Kabupaten Mojokerto dan merenggut satu nyawa anak usia 6 tahun dan 7 lainnya masih menjalani perawatan medis.

Kepala Puskesmas Jetis Nurcahyati Akbar Kusuma Wardani menyebut, situasi saat ini bisa dikatakan darurat.

"Sudah bisa dikatakan darurat, karena di Desa Parengan, ada satu anak meninggal, usianya enam tahun positif DB," kata Nurcahyati, Selasa (11/1/2022).

Ia menambahkan, korban meninggal akibat DBD yakni PTN (6) yang masih duduk di taman kanak-kanak. Anak itu diduga terlambat ditangani karena demamnya sudah menurun dan disangka sembuh.

Baca juga:
Rekap Kasus DBD di Ponorogo Selama Tahun 2022 Meningkat, Ini Sebabnya

"Dipikir dingin itu sudah sembuh. Padahal itu dia kritis. Perutnya sakit itu langsung dibawa ke rumah sakit dan tidak lama meninggal. Tapi sempat melakukan uji laboratorium, trombositnya 40 ribu, padahal normalnya 150 ribu," jelasnya.

Menurut Nurcahyati, pihaknya telah mengambil sampel para penderita yang cirinya terkena DBD serta sudah dilakukan fogging atau pengasapan ke sejumlah desa yang warganya sudah dinyatakan positif.

Baca juga:
Awal Tahun 2023, Ada 18 Warga di Ponorogo Terjangkit DBD

"Kita tegaskan kalau panas tiga hari wajib dilakukan uji laboratorium. Kalau mereka tidak punya BPJS, tidak apa-apa pakai KTP, kita yang datang ke desa. Kami juga berharap pada masyarakat dapat lebih responsif membawa anggota keluraganya yang sakit untuk menjalani pemeriksaan di faskes. Itu dibutuhkan mengurangi risiko paling buruk akibat DBD," pungkasnya.