Pixel Code jatimnow.com

Cegah Penularan Demam Berdarah, Lapas Tulungagung Difogging

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Bramanta Pamungkas
Petugas melakukan fogging di lingkungan Lapas Tulungagung. (Foto: Dok Lapas Klas II B Tulungagung)
Petugas melakukan fogging di lingkungan Lapas Tulungagung. (Foto: Dok Lapas Klas II B Tulungagung)

Tulungagung - Petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung melakukan fogging atau pengasapan di lingkungan Lapas Klas II B Tulungagung Kanwil Kemenkumham Jatim.

Fogging ini dilakukan menyusul adanya temuan pasien demam berdarah (DB) berasal dari Lapas tersebut. Pasien ini diketahui merupakan narapidana kasus peredaran minuman keras, yang menghuni blok B. Saat ini pasien menjalani perawatan di RSUD dr Iskak Tulungagung. Namun kondisinya sudah berangsur membaik dan akan segera dijemput pihak Lapas.

Kasi Binadik Giatja Lapas Tulungagung, Imam Fahmi menerangkan aktivitas fogging ini dilakukan sebagai tindak lanjut adanya temuan kasus DB. Mereka lalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk pelaksanaan fogging ini.

Lapas merupakan area yang rawan menjadi tempat penyebaran demam berdarah karena banyaknya penghuni yang berada dalam satu ruangan.

Baca juga:
Ada 600 Kasus Demam Berdarah di Kota Malang dalam 10 Bulan, 7 Orang Meninggal

Sebelum dilaksanakan penyemprotan terlebih dahulu dilakukan pemberitahuan kepada para warga binaan supaya menutup makanan dan minuman agar terhindar dari asap fogging. "Kita sudah lakukan sosialisasi ke warga binaan terkait aktivitas fogging ini," ujarnya, Selasa (15/2/2022)

Pengasapan ini dilakukan di seluruh ruang Lapas mulai dari blok warga binaan, ruang kerja warga binaan hingga bagian belakang. Pihak Lapas juga mengintruksikan kepada seluruh warga binaan, untuk menjaga kebersihan kamar sel mereka. Setiap hari terdapat warga binaan yang bergantian melaksanakan piket kebersihan. Bak mandi yang ada di dalam blok juga dibersihkan setiap hari.
"Langkah pencegahan ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran DB di dalam Lapas," tuturnya.

Baca juga:
Dinkes Kabupaten Kediri Minta Masyarakat Waspadai Ancaman DBD

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka Sunarya menerangkan angka kasus DB terus bertambah setiap hari. Dalam bulan Februari ini mereka mencatat terdapat 38 kasus dengan 1 pasien meninggal dunia. Penambahan kasus ini diprediksi masih akan terjadi hingga bulan Maret mendatang.

"Kasus DB biasanya tinggi di 3 bulan pertama, setelah itu cenderung melandai, semoga angka kasus tidak bertambah secara signifikan," pungkasnya.