Pixel Code jatimnow.com

Ramadan Now

Uniknya Busana Muslim Bermotif Daun Karya Warga Lamongan

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Mamik Hidayati saat menunjukan karyanya yang sudah dibentuk mukena. (Foto: Adyad Ammy I./jatimnow.com)
Mamik Hidayati saat menunjukan karyanya yang sudah dibentuk mukena. (Foto: Adyad Ammy I./jatimnow.com)

Lamongan - Tak banyak orang yang bisa berkreasi dengan daun. Tapi lain halnya dengan Mamik Hidayati. Emak-emak asal Lamongan itu bisa memanfaatkan daun untuk membuat motif busana Muslim yang unik.

Mamik Hidayati merupakan perajin batik tulis yang bereksperimen memecah dominasi tren model Timur Tengah pada kebanyakan busana muslim. Mamik kini mendirikan usaha rumahan bernama Jetin Handicraft.

"Awalnya iseng, tahu-tahu kok bagus. Sepintas pembuatannya seperti batik, cuma memanfaatkan warna asli daun dan bunga," ungkapnya sembari menjelaskan Jetin adalah singkatan lokasi rumah produksinya di Jetis Indah, Kecamatan Lamongan, Kabuopaten Lamongan, Sabtu (9/4/2022).

Banner Morula IVF Landscape

Mamik mengklaim busana Muslim karyanya sudah mulai menggeliat dan diminati masyarakat. Terutama dari level ekonomi menengah ke atas.

"Paling diminati ya jenis mukena. Tapi kami juga menyediakan kain lembaran. Tergantung pesanan," paparnya.

Kain bermotif daun harga harga per meternya Rp 500 ribu untuk jenis sutra. Sementara kain biasa dan harga dalam bentuk pakaian cukup bervariasi. Tergantung kerumitan pembuatannya.

"Kalau rumit, mahal. Tergantung pesanan juga. Untuk satu set pakaian muslim dari mulai produksi hingga pembuatan juga butuh waktu 4 hari," jelasnya.

Alur pembuatan lembaran kain bermotif daun, diakui Mamik tidak terlalu susah. Namun membutuhkan waktu cukup lama.

Loading...

"Dari daun ditempel-tempel ke kain lalu di kukus 2 jam. Daun yang kerap diaplikasikan merupakan jenis kenikir dan jarak serta daun dengan bentuk unik lainya," tukasnya.

Loading...