Pixel Codejatimnow.com

Motor Terduga Teroris Bangil Dititipkan di Stasiun Ditemukan?

Editor : Budi Sugiharto  Reporter : Erwin Yohanes
Petugas mengidentifikasi motor di penitipan di Stasiun Pasuruan.
Petugas mengidentifikasi motor di penitipan di Stasiun Pasuruan.

jatimnow.com - Foto penemuan motor yang diduga milik terduga teroris Bangil di Stasiun Pasuruan menyebar.

Kabar penemuan itu berbarengan dengan informasi yang menyebut terduga teroris kabur dan menitipkan motornya terlebih dahulu.

Namun polisi memastikan bahwa motor yang ditemukan di parkiran di Stasiun Pasuruan merupakan milik warga.

"Iya, ditemukan, Tapi motor bukan milik pelaku," jawab Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Ia menambahkan, kini tiga tim dari kepolisian telah dikerahkan untuk memburu terduga teroris bom di Bangil.

Baca juga: Video: 3 Kali Suara Ledakan Bom di Rumah Kontrakan di Bangil Pasuruan

Terduga teroris yang bomnya meledak di rumah kontrakan di Desa Pogar, Kecamatan Bangil Pasuruan, kabur dalam kondisi terluka di bagian punggung akibat tembakan senapan angin yang ditembakkan oleh warga.

"Punggungnya luka akibat tembakan senapan angin dari warga," kata Barung.

Tiga tim dikerahkan untuk memburu pelaku ke sejumlah tempat yang diindikasikan menjadi tujuan pelariannya, salah satunya adalah Sidoarjo.

"Tiga tim kepolisian sekarang memburunya," katanya.

Baca juga: Terduga Teroris Bangil Belum Tertangkap, Para Sopir Diminta Waspada

Barung menambahkan, pihaknya mohon bantuan informasi jika melihat terduga teroris Bangil yang berhasil melarikan diri.

Beredar informasi bahwa pelaku kabur dengan membawa tas ransel warna hitam, yang diduga membawa bahan peledak.

Para pengemudi angkot atau ojek diminta waspada terhadap penumpang yang akan diangkut. Jika menemukan orang tersebut dihimbau agar segera melaporkan ke aparat kepolisian terdekat.

Baca juga:
Sudah Sepekan, Terduga Teroris Bangil Masih Buron

Baca juga: Ada Pria Membawa Tas Ransel Keluar Rumah usai Ledakan di Bangil

"Ciri lain dari pelaku adalah perawakannya sedang dan hidungnya mancung," tegasnya.

Dari temuan polisi, terduga yang kabur tersebut memiliki tiga identitas dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbeda.

"Informasi dari Kapolres (Kapolres Pasuruan, AKBP Raydian Kokrosono) memang seperti itu. Ada tiga KTP milik terduga yang ditemukan," katanya.

Sedangkan dari informasi yang didapat jatimnow.com di lapangan menyebut, tiga KTP milik terduga itu antara lain bernama Ahmad Muslim dengan alamat Desa Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kota Malang.

Kemudian pada KTP kedua tertera nama Abdullah dengan alamat Desa Dayah Lampoh Awe, Kec. Simpang Tiga, Kab. Pidie, Provinsi Aceh.

Sedangkan identitas ketiga terduga bernama Anwardi beralamatkan di Desa Karang Tanjung, Kec. Serang Banten, Kab. Pendeglang, Provinsi Banten.

Baca juga:
Cegah Terorisme, Masyarakat Diminta Jadi Polisi Bagi Lingkungannya

"Banten inilah dugaan terkuat terduga berasal," duga Barung.

Belum diketahui pasti, fotokopian KTP itu dikopi dari KTP asli atau tidak. Yang jelas, pada tiga KTP itu, foto terduga yang terpasang sama persis (satu foto). Dan, dalam tiga KTP itu, NIK (nomor induk kependudukan) serta tempat/tanggal lahir terduga, berbeda.

Sebelumnya, pelaku sempat kabur dengan menggunakan motor melalui pintu belakang rumahnya. Ia juga diketahui menenteng sebuah ransel yang diduga bom.

Pelaku bahkan sempat hendak melemparkan tas yang dibawanya ke polisi yang hendak mengejarnya. Pada saat kabur itu lah, salah seorang warga sempat menembakan senapan angin ke arah pelaku.

Penulis: Erwin Yohanes

Editor: Budi Sugiharto