Pixel Code jatimnow.com

Warga Tulungagung Larung Aneka Ragam Hasil Bumi di Sungai Brantas

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Bramanta Pamungkas
Prosesi tradisi sedekah bumi larung Sungai Brantas.(Foto: Bramanta Pamungkas)
Prosesi tradisi sedekah bumi larung Sungai Brantas.(Foto: Bramanta Pamungkas)

Tulungagung - Masyarakat Desa Pucunglor, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung, menggelar tradisi sedekah bumi. Prosesi dilakukan di bantaran Sungai Brantas, Minggu (22/05/2022) sore. Mereka melarung aneka ragam hasil bumi dan melepaskan hewan ke sungai, sebagai simbol tolak bala terhadap segala marabahaya. Tradisi tersebut baru diadakan tahun ini dan akan digelar rutin setiap tahun.

Kepala Desa Pucunglor Imam Sopingi mengatakan, tradisi sedekah bumi larung Sungai Brantas digelar sebagai bentuk rasa sykur masyarakat atas manfaat sungai tersebut. Selain untuk keperluan irigasi pertanian, masyarakat juga banyak terbantu dengan keberadaan Sungai Brantas. Terlebih bagi mereka yang bekerja sebagai penambang pasir tradisional.

"Ini merupakan bentuk syukur masyarakat atas berkah dari Sungai Brantas," ujarnya.

Prosesi diawali dengan doa bersama yang dilakukan di balai desa setempat. Selanjutnya warga mengarak aneka sesajen dan hasil bumi ke bantaran Sungai Brantas sejauh 1 kilometer. Setibanya di bantaran sungai, mereka melakukan ritual dan doa. Sesajen dan hasil bumi kemudian dilarung ke sungai. Beberapa hewan seperti itik, merpati, ayam dan ikan juga dilepaskan dalam ritual.

Baca juga:
BPCB Duga Temuan Arca di Tulungagung Bagian dari Sebuah Candi

Ketua Pirukunan Abdi Budaya Tulungagung Agus Utomo menyebutkan, tradisi ini merupakan upaya membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap segala potensi Sungai Brantas. Mulai dari potensi pertanian, hasil bumi maupun lainnya. Jadi diharapkan masyarakat mempunyai rasa memiliki dan kepedulian terhadap sungai.

"Akhirnya diharapkan masyarakat juga menjaga ekologi maupun ekosistem sungai ini," tuturnya.

Baca juga:
Pembangunan JLS di Tulungagung Ditargetkan Rampung 2024

Pelepasan hewan dalam ritual juga memiliki makna sebagai tolak bala. Masyarakat diharapkan dijauhkan dari segala bahaya yang ada. Dalam ritual, warga turut mendoakan orang-orang yang meninggal di Sungai Brantas. Selama ini tak jarang ada temuan jenazah di sungai tersebut.

Loading...

"Dengan doa yang dipanjatkan, semoga arwah mereka bisa diterima di sisi Tuhan dan disempurnakan," pungkasnya.

Loading...