Pixel Code jatimnow.com

Gubernur Aceh Ajak Warganya di Surabaya Jaga Kearifan Leluhur

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Ni'am Kurniawan
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (tengah-batik) di tengah KTR Surabaya di Gedung DPD Golkar Jatim (Foto: Golkar Jatim for jatimnow.com)
Gubernur Aceh, Nova Iriansyah (tengah-batik) di tengah KTR Surabaya di Gedung DPD Golkar Jatim (Foto: Golkar Jatim for jatimnow.com)

Surabaya - Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah mengajak kepada seluruh warganya yang berada di perantauan, termasuk di Surabaya, untuk terus menjaga marwah dan kearifan leluhur.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri acara halal bihalal sekaligus pelantikan pengurus Keluarga Tanah Rencong (KTR) Surabaya di kantor DPD Golkar Jawa Timur, Minggu (29/5/2022).

"Meski berada di perantauan, mari sama-sama kita jaga kearifan leluhur kita. Agar senantiasa menjadi lestari hingga akhir masa nanti. Insya Allah," ucap Nova panggilan akrabnya.

Nova yang didampingi Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal itu juga meminta masyarakat Aceh di Surabaya mau bersatu dan kompak untuk saling menjaga hubungan baik.

"Pesan saya, manfaatkan kesempatan yang sangat baik ini untuk meluaskan rezeki, dengan cara memperkuat jaringan pertemanan dan persaudaraan. Perpanjang usia kita, dengan saling bertukar kabar bahagia," katanya.

Ia juga berharap, masyarakat Aceh yang berada di Surabaya mampu menjadi pioner. Membawa keragaman budaya dan adat untuk mengenalkan mengharumkan nama daerah di kota-kota besar seperti Kota Pahlawan.

Baca juga:
Amiruddin Pase Terpilih Jadi Ketua Kekeluargaan Tanah Rencong Jatim

"Dalam suasana dan semangat perdamaian ini, peran para perantau menjadi semakin penting. Tanpa kita sadari, sesungguhnya kita ini adalah diplomat dan duta besar. Di perantauan ini, kita mewakili budaya, adab, tata cara dan istiadat tanah kelahiran. Kitalah cermin dari karakter
bangsa," katanya.

Di tempat yang sama, Ketum KTR periode 2022-2025 Amiruddin Pasee mengatakan, sejak berdirinya KTR pada tahun 1956 misi dan tujuannya tidak lain adalah mempererat persaudaraan, terjalinnya silaturahmi, serta saling kunjung mengunjungi.

"Misi kita sekarang sama, karena kita sudah diwarisi dari dulu oleh tokoh-tokoh kita. Jadi tetap kita jalankan kebersamaan dalam segala hal, tanpa membedakan kasta. Karena kita masyarakat yang ada di Provinsi Aceh dan di Jawa Timur," ucap Amiruddin.

Baca juga:
Tusuk Petugas Lapas, 9 Napi di Aceh Melarikan Diri ke Pegunungan

Amiruddin mengatakan, selama ini program utama KTR adalah menjaga keutuhan kultur dan buadaya warga Aceh di Surabaya tetap terjalin. Beberapa kali, mereka bahkan sampai ikut andil dalam kesejahteraan pendidikan siswa ataupun mahasiswa yang ada di Surabaya.

Loading...

Perhatian itu ia buktikan dengan menggagas pembuatan asrama mahasiswa Aceh di Surabaya, yang akhirnya dari inisiasi tersebut pendanaan ditanggung penuh oleh Gubernur Aceh.

"Selain itu, secara khusus kami juga sampaikan terima kasih kepada Gubernur Aceh, Nova Iriansyah karena telah menganggarkan dana untuk pembangunan asrama mahasiswa Aceh di Surabaya," ucapnya.

Loading...