Pixel Code jatimnow.com

Pasar Hewan Ditutup, Pedagang Kambing Pilih Jualan di Pinggir Jalan Jombang

Editor : Arina Pramudita Reporter : Elok Aprianto
Pedagang kambing berjualan di tepi jalan pasar hewan yang tutup. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Pedagang kambing berjualan di tepi jalan pasar hewan yang tutup. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Pascaditutupnya pasar hewan di Kabupaten Jombang akibat merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pedagang ternak membanjiri tepian jalan sekitar lokasi pasar. Di Desa Janti, Kecamatan Jogoroto misalnya, pedagang kambing memilih bertransaksi jual beli di pinggir jalan.

"Sejak hari ini, mas. Katanya ada PMK yang katanya dari Mojoagung dan Ngoro jadi di sini juga kena (tutup)," ungkap Saifuddin (35) pedagang di Pasar Hewan Janti, Jum'at (10/6/2022).

Ia mengaku kecewa karena tidak ada sosialisasi penutupan pasar. Para pedagang pun memutar otak, dan nekat berjualan tak jauh dari lokasi pasar.

Baca juga:
Pengiriman Ternak dari Bali ke Jawa Diperketat Jelang Idul Adha

"Ya terpaksa jualan di pinggir-pinggir jalan saja mas, biar tahu pemerintah ini gimana tindak lanjutnya,” jelasnya.

Perlu diketahui, berdasarkan data Dinas Peternakan Kabupaten Jombang, sejak bulan Juni setiap harinya ada 200 ekor lebih sapi yang terjangkit PMK.

Baca juga:
Miris, Sapi Milik Peternak di Jombang Dihargai Rp2 Juta

Dari catatan dinas terkait, ada 2.395 ekor yang terjangkit PMK dan 23 ekor sapi mati. Sementara itu penutupan pasar hewan, mulai diberlakukan di 6 tempat, yakni Janti, Mojoagung, Ngoro, Kabuh, Gudo dan Tunggorono.

Loading...
Loading...