Pixel Code jatimnow.com

Komplotan Pencuri Mobil Pikap L300 yang Resahkan Warga Kediri Diringkus

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Yanuar Dedy
Polres Kediri menggelar pers rilis hasil ungkap kasus pencurian pikap L300 (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Polres Kediri menggelar pers rilis hasil ungkap kasus pencurian pikap L300 (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Satreskrim Polres Kediri meringkus komplotan spesialis pencuri mobil pikap yang telah 5 kali beraksi. Total ada 7 pelaku yang diamankan.

7 pelaku itu ditangkap Satreskrim Polres Kediri bersama Polres Kediri Kota. Dari 7 pelaku, 4 di antaranya ditahan di Polres Kediri, yaitu Djunaidi (45) dan Abdul Rahem (35) warga Pamekasan, Rokhim alias Bombom (31) dan Taufan Mahendra (32), keduanya warga Mojoroto, Kota Kediri.

Kapolres Kediri, AKBP Agung Setyo Nugroho menyebut, Djunaidi dan kawan-kawannya telah beraksi 5 lima kali di Kabupaten Kediri. Selebihnya mereka melakukan aksi kejahatannya di Kota Kediri, Blitar, Tulungagung dan Malang.

"Mereka berbagi peran. Ada yang mengawasi, ada yang mengeksekusi dan ada yang menerima," jelas Agung, Kamis (16/6/2022).

Dalam aksinya, komplotan ini melakukan survei menggunakan mobil yang disewa khusus untuk mencari sasaran. Mereka mengincar kendaraan pikap L300.

Baca juga:
Mengaku Sebagai Montir, Seseorang Bawa Kabur Mobil Dinas Bupati Bojonegoro

Setelah mendapat sasaran, mereka langsung membagi peran dan mengeksekusinya dengan kunci T. Djunaidi dalam hal ini berperan sebagai eksekutor. Selanjutnya mobil hasil curian itu dijual di Pamekasan.

Sementara Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha Putra menambahkan, pelaku yang ditangkap, ada beberapa tercatat sebagai residivis. Mereka merupakan komplotan pencurian antar kota yang diduga sudah lama beroperasi.

"Saat ini pelaku dan barang bukti diamankan di Mapolres Kediri untuk proses hukum lebih lanjut," jelas Rizkika.

Baca juga:
Dendam Usai Bercerai dengan Istri, Pria di Pasuruan Curi Pikap Mertua

Para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Loading...

 

Loading...