Pixel Code jatimnow.com

Keren! Petani Tulungagung Gunakan Drone untuk Semprot Obat dan Pupuk di Sawah

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Bramanta Pamungkas
Drone yang digunakan menyemprotkan obat dan pupuk. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Drone yang digunakan menyemprotkan obat dan pupuk. (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Petani di Desa Suwaluh, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung menggunakan drone untuk melakukan penyemprotan obat dan pupuk di tanaman padi. Mereka memilih menyewa jasa drone karena lebih efesian dan efektif. Selain menghemat waktu, penggunaan drone ini juga bisa memangkas biaya perawatan tanaman. Hal ini dikarenakan obat yang digunakan lebih irit.

Muhammad Taufiqurrohman, salah seorang petani di desa tersebut mengatakan penggunaan drone untuk kebutuhan penyemprotan obat dan pupuk ini baru dilakukan di musim tanam ini. Sebelummnya petani melakukan penyemprotan secara manual. Namun karena biayanya mahal, mereka lalu mencoba menyewa drone untuk melakukan hal tersebut.

"Untuk luasan tanah 1 hektare kalau manual biaya tenaga saja sampai Rp250 ribu, sedangkan dengan drone ini biaya sewanya cukup Rp100 ribu," ujarnya, Rabu (22/6/2022).

Selain itu penyemprotan drone ini juga menghemat banyak waktu. Sebelumnya jika dilakukan secara manual dibutuhkan waktu hingga sehari untuk menyemprot di area sawah seluas 1 hektare. Namun dengan drone ini hanya cukup 15 menit saja. Pengendalian serangan hama juga dengan cepat bisa diatasi karena bisa menyemprot dengan area yang luas dengan singkat.

Baca juga:
Apresiasi Program Jagoan Tani Banyuwangi, Moeldoko: Indonesia Butuh Kalian

"Cakupan areanya bisa luas sehingga pengendalian serangan hama bisa cepat teratasi," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang operator drone, Khoirul Anam, menerangkan dalam kondisi baterai full alat ini bisa terbang selama 15 menit. Dalam kurun waktu tersebut, dapat melakukan penyemprotan seluas 1 hektare. Kapasitas tangki di drone ini mencapai 20 liter, dan bisa digunakan untuk memupuk di luasan tersebut. Selain untuk sawah, penggunaan jasa drone ini juga cocok untuk area perkebunan.

"Jadi 15 menit turun diganti baterai dan diisi lagi obatnya lalu siap digunakan," pungkasnya.

Baca juga:
Gegerkan Warga, Petani Lamongan Dilaporkan Cabuli Anak Yatim Piatu

 

Loading...

 

Loading...