Pixel Code jatimnow.com

Cerianya Ratusan Anak di Sukosari, Ponorogo saat Membongkar Celengan Massal

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Mita Kusuma
Pembongkaran celengan anak-anak dalam Gerakan Menabung di Desa Sukosari, Ponorogo (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Pembongkaran celengan anak-anak dalam Gerakan Menabung di Desa Sukosari, Ponorogo (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - 134 anak sekolah dasar (SD) di Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo membongkar celengan secara massal, Minggu (26/6/2022).

Raut wajah anak-anak itu tampak tegang ketika petugas dari Forum Desa Sukosari (FDS) mulai membuka uang yang mereka tabung dalam celengan kaleng selama satu tahun.

Ketika celengan berhasil dibuka dan uang ditumpahkan, anak-anak ini menjadi ceria. Senyum mereka merekah setelah uang yang mereka tabung mulai dihitung.

"Alhamdulillah dapat sekitar Rp 1juta. Bisa dikumpulkan lalu dimasukkan ke bank. Untuk naik haji papa dan mama," ungkap salah satu peserta, Aisyah Ayatul Husna.

Aisyah mengaku sebelumnya hanya menabung sendiri, hingga akhirnya dikoordinir oleh FDS. Setiap harinya ia menyisihkan uang saku yang diberikan oleh orangtuanya.

"Setiap hari menyisihkan Rp2 ribu. Ndak pernah ada keinginan membongkar celengan sendiri. Ya itu tadi pengen papa dan mama naik haji," terang anak kelas IV SD tersebut.

Baca juga:
Bahagianya Ratusan Anak di Ponorogo saat Membongkar Celengannya

Sementara Ketua FDS, Sayid Asyari mengatakan, program ini sudah berjalan satu tahun. Dia membagikan 134 celengan kaleng kepada anak-anak SD di kampungnya.

"Gerakan menabung awalnya berharap anak-anak dan adik-adik di Sukosari bisa berlatih menyisihkan sebagian uang sakunya untuk ditabung," beber dia.

Menurutnya, dengan mempunyai uang sendiri, anak-anak bisa membeli keperluannya sendiri. Dari FDS pun mereka memilih hari libur sekolah untuk membongkar celengan.

"Kami pilih hari libur agar anak-anak di dalam mengisi waktu libur bongkar celengan. Tentu ini menjadi cerita seru ketika mereka kembali masuk sekolah," tegasnya.

Dirgahayu Ri 77 Bank Jatim

Selain itu, lanjut dia, uang tabungan anak-anak itu bisa membantu orangtua mereka bila ingin membeli peralatan sekolah. Apalagi saat dalam kondisi serba susah.

"Hasilnya rata-rata Rp750 ribu sampai Rp1 juta," pungkas Sayid.

Peristiwa

Kasus PMK di Lamongan Terus Menurun

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Lamongan mulai melandai. Selain angka kesembuhan, sejumlah kecamatan juga mulai terbebas dari momok PMK.