Pixel Code jatimnow.com

Momen Sakral Pengambilan Air dan Tanah Leluhur di Lamongan Peringati Seabad PSHT

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Penyambutan rombongan kirab budaya nusantara di Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Penyambutan rombongan kirab budaya nusantara di Lamongan (Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Keluarga besar pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) menggelar kirab budaya nusantara untuk memperingati hari jadi ke 1 abad. Lamongan adalah salah satu tempat yang dilewati rombongan.

"Dalam kirab ini sekaligus dilakukan pengumpulan air dan tanah dari masing-masing cabang dari seluruh Indonesia, yang kebetulan Cabang Lamongan termasuk yang dilewati (rombongan kirab)," kata Ketua PSHT Cabang Lamongan, Harto, Senin (11/7/2022).

Nantinya, tanah yang terkumpul akan menjadi bahan didirikannya monumen peringatan di padepokan PSHT di Madiun.

"Monumennya nanti adalah berbentuk bumi yang disangga dengan empat tangan. Maksudnya adalah SH Terate harus bisa menjadi pelopor persaudaraan dan persatuan. Ini filosofinya," papar Harto.

Sedangkan tanah dan air yang diserahkan oleh PSHT Cabang Lamongan, diambilkan dari empat titik, yaitu di Kecamatan Ngimbang, tepatnya di sekitar Makam Nyi Andong Sari, ibunda Maha Patih Gajah Mada.

Baca juga:
Onar saat Malam Pengesahan Warga Perguruan Silat di Jombang, 48 Orang Diamankan

Penyambutan rombongan kirab budaya nusantara di LamonganPenyambutan rombongan kirab budaya nusantara di Lamongan

Kemudian di Makam Sunan Drajat di Kecamatan Paciran, serta tempat bersejarah di Kecamatan Sambeng dan terakhir di Padepokan SH Terate Cabang Lamongan.

"Kita ambil dari tempat-tempat yang sangat bersejarah, yang bermanfaat bagi kehidupan saat ini. Nah inilah yang kita ambil, untuk kita jadikan contoh. Ini diharapkan warga SH Terate juga bisa bermanfaat," tuturnya.

Baca juga:
Tiga Pendekar Silat yang Terlibat Bentrok di Surabaya Diringkus

Selain itu, juga dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sasana Manggala Krida, di komplek Padepokan PSHT Cabang Lamongan.

"Gedung itu nantinya menjadi tempat berlatihnya para manggala atau para pemimpin dari SH Terate," tandas Harto.