Pixel Code jatimnow.com

Perjalanan Tewasnya Istri di Tulungagung Usai Dianiaya Suami

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Bramanta Pamungkas
Suami yang menganiaya istri hingga tewas di Tulungagung memperagakan adegan dalam rekonstruksi (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Suami yang menganiaya istri hingga tewas di Tulungagung memperagakan adegan dalam rekonstruksi (Foto-foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Penyidik Satreskrim Polres Tulungagung menggelar rekontruksi kasus penganiayaan yang dilakukan suami terhadap istrinya hingga tewas.

Rekonstruksi itu diperankan langsung oleh tersangka Warsito (49) warga Desa Besole, Kecamatan Besuki. Dia memperagakan proses menganiaya Sri Utami, istrinya hingga tewas.

Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tulungagung, Iptu Retno Pujiarsih menyebut, rekonstruksi sengaja digelar di gedung Satreskrim untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Retno menambahkan, dalam rekontruksi ini, tersangka memperagakan 38 adegan. Jumlah adegan ini bertambah dari rencana awal, yaitu 35 adegan. Meski begitu, hal tersebut tidak mengubah dan sesuai dengan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

"Ada juga fakta baru yang terungkap, tapi tidak mempengaruhi hasil penyidikan kita," jelas Retno, Rabu (20/7/2022).

Suami yang menganiaya istri hingga tewas di Tulungagung memperagakan adegan dalam rekonstruksiSuami yang menganiaya istri hingga tewas di Tulungagung memperagakan adegan dalam rekonstruksi

Baca juga:
Restoratve Juctice, Pelaku Penganiayaan di Kota Batu Dibebaskan, Ini Alasannya

Dalam rekonstruksi itu, tampak tersangka mencekik korban pada adegan ke-15. Cekikan itu disertai dorongan, sehingga korban terjatuh dari tangga.

Saat terjatuh, mata korban membentur pegangan pagar tangga sehingga mengakibatkan bola matanya pecah. Rekontruksi ini mempertegas hasil autopsi yang dilakukan tim forensik.

"Berdasarkan autopsi, korban meninggal karena kurang oksigen akibat dicekik tersangka," terang Retno.

Baca juga:
Anggota DPRD Sampang Bantah Lakukan Pemukulan Terhadap Warga

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/06/2022) lalu. Pertengkaran suami istri ini dipicu faktor ekonomi. Korban selama ini bekerja menjadi TKW dan mencukupi segala kebutuhan rumah tangga. Sedangkan tersangka hanya bekerja serabutan saja.

Emosi tersangka memuncak saat korban mengatakan ingin mencari suami lain, bila kondisi ekonominya tidak membaik.