Pixel Code jatimnow.com

Tentang Malam 1 Suro, Perbedaan antara Masehi dan Kalender Jawa (1)

Editor : Arina Pramudita Reporter : Ni'am Kurniawan
Bintang Timur Diponegoro saat berbincang dengan reporter jatimnow.com. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Bintang Timur Diponegoro saat berbincang dengan reporter jatimnow.com. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Peringatan 1 Muharram 1444 Hijriah tahun ini jatuh pada 30 Juli 2022, sehingga peringatan malam 1 Suro dalam kalender Jawa dimulai 29 Juli sore. Lalu apa itu Suro?

Suro adalah bulan pertama dalam penanggalan Jawa. Namun, peringatan Suro tahun ini dipandang berbeda oleh Bintang Timur Diponegoro, salah seorang paranormal asal Surabaya yang juga keturunan ke-6 Pangeran Diponegoro.

Keturunan Dipo Anom, atau putra pertama dari Pangeran Diponegoro itu memandang 1 Suro bukan jatuh pada tanggal 29 Juli 2022.

"Kalau Masehi antara tanggal 1 dan 2 Agustus 2022, jadi malam 1 syuro tanggal 31," ujar Bintang, sapaan akrabnya kepada jatimnow.com, Selasa (26/7/2022).

Bicara arti dan keistimewaan, menurut Bintang, Suro merupakan bulan di mana momen semua gerbang ghaib terbuka. Sehingga, momen itu dijadikan oleh suku Jawa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, dan mengasah kebatinan antara manusia dengan alam.

Baca juga:
Peringatan 1 Suro Sisakan 202,5 Kg Sampah di Alas Purwo Banyuwangi

"Jadi sebenarnya ritual yang dilakukan itu adalah doa-doa atau bertapa atau meditasi," jelas Bintang.

Sehingga, tempat-tempat keramat seperti pesarehan alias makam, sering kali menjadi jujugan untuk menyepi, bertapa, hingga meditasi.

Baca juga:
Gelaran Ritual 1 Suro, Mas Dhito Ikuti Kirab di Pamuksan Sri Aji Joyoboyo

Namun, bagi penganut ilmu supranatural, Bintang mengungkap, jika Alas (hutan) Purwo di Banyuangi menjadi pilihan utama untuk bertapa dan meditasi.

"Itu rame sekali Alas Purwo kalau momen Suro, kayak pasar sudah, dari berbagai daerah," jelasnya.