Pixel Code jatimnow.com

Bantu Petani Jamur Tiram, ITTelkom Surabaya Hibahkan Teknologi Smart Farming

Editor : Arina Pramudita Reporter : Farizal Tito
Teknologi Smart Farming Berbasis Internet of Things (IoT), besutan ITTelkom Surabaya. (Foto: Humas ITTelkom Surabaya/jatimnow.com)
Teknologi Smart Farming Berbasis Internet of Things (IoT), besutan ITTelkom Surabaya. (Foto: Humas ITTelkom Surabaya/jatimnow.com)

Surabaya - Tim pengabdian masyarakat (pengmas) yang beranggotakan dosen dan mahasiswa Institut Teknologi (IT) Telkom Surabaya, membuat Teknologi Smart Farming Berbasis Internet of Things (IoT) bagi rumah kumbung kelompok petani jamur tiram Elok Mekarsari Surabaya.

Tim dosen program studi teknik telekomunikasi terdiri dari Nilla Rachmaningrum, Dr. Fannush Shofi Akbar dan Hamzah Ulinuha Mustakim.

Sedangkan tiga orang mahasiswa yang terlibat, di antaranya Rizky Maulana, Syammas Muhyiddin, dan Leonardo Krisna.

Ketua tim pengabdian masyarakat ITTelkom Surabaya, Nilla Rachmaningrum mengatakan, teknologi smart farming diharapkan dapat membantu memonitoring suhu dan kelembapan udara di dalam rumah jamur.

Untuk mempermudah kinerjanya, hasil monitoring dapat diakses dari melalui smartphone. Apabila suhu dan kelembapan udara tidak sesuai, maka penyemprotan air otomatis akan menyala sehingga kondisinya dapat selalu terjaga.

“Dengan sistem penyemprotan otomatis berdasarkan monitoring suhu dan kelembapan udara ini petani jamur tidak perlu lagi mengecek secara manual dan tidak perlu lagi datang ke rumah jamur, sehingga proses budidaya jamur bisa lebih efisien," ujar Nilla Rachmaningrum, melalui siaran tertulisnya, Jumat (29/7/2022).

Baca juga:
Berawal dari KKN, Unisla Kini Siap Fasilitasi Produk AMDK di Desa Doyomulyo

Alat teknologi smart farming yang dikerjakan selama 6 bulan itu menggunakan perangkat ESP8266 sebagai modul pengatur yang menerima data dari sensor suhu dan sensor kelembapan udara.

"Modul pengatur juga berfungsi menghidupkan pompa air high pressure untuk menyiram dinding-dinding dalam rumah kumbung jamur agar suhu dan kelembapan udara terjaga. Selanjutnya hasil monitoring suhu dan kelembapan udara juga dikirimkan ke smartphone petani melalui koneksi WiFi," bebernya.

Sementara itu, Ketua kelompok tani Elok Mekarsari, Ary Widiastutik mengaku sangat terbantu dengan alat yang dihibahkan oleh tim pengmas IT Telkom Surabaya.

Baca juga:
Melihat dari Dekat Busana Berteknologi Scanable AR Rancangan Mahasiswa FIK Ubaya

Dia sangat bersyukur dengan adanya alat inovasi ini. Selain itu pihaknya juga diajari cara memasang dan penggunaanya.

“Terima kasih kepada tim ITTelkom Surabaya, melalui alat ini akan mempermudah proses budidaya jamur tiram di tempat kami," jelas Ary Widiastutik.