Pixel Code jatimnow.com

BPCB Jatim Temukan Arca saat Survei Objek Bangunan Candi di Trenggalek

Editor : Arina Pramudita Reporter : Bramanta Pamungkas
Arca yang ditemukan di lokasi survei di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. (Foto: Andy for jatimnow.com)
Arca yang ditemukan di lokasi survei di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek. (Foto: Andy for jatimnow.com)

Trenggalek - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, menemukan tiga arca saat survei penyelamatan struktur batu bata kuno di Desa Gondang, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek.

Tiga arca tersebut merupakan Arca Agastya, Mahakala dan relief Apsari. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa struktur batu bata kuno ini merupakan bagian dari candi. Diperkirakan candi ini dibangun pada era Mataram Kuno masa pemerintahan Mpu Sendok.

Ketua Tim Survei BPCB Jawa Timur, Mochamad Ichwan mengatakan, arca ini ditemukan dalam sebuah kotak ekskavasi yang berada di sisi timur candi.

Saat melakukan penggalian sedalam 2 sentimeter, petugas menemukan adanya arca tersebut. Setelah dibersihkan jumlahnya tidak hanya satu, melainkan 3 buah arca. Kondisi arca tersebut relatif masih bagus dan mudah dikenali.

"Saat ini arca tersebut disimpan di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek," ujarnya, Sabtu (30/7/2022).

Baca juga:
BPCB Duga Temuan Arca di Tulungagung Bagian dari Sebuah Candi

Temuan ini menerangkan corak keagamaan bangunan candi tersebut. Dari temuan arca, diketahui bahwa candi ini memiliki corak Hindu Syiwa.

Dari tiga arca yang ditemukan, memiliki bahan yang berbeda. Arca Agastya dan Mahakala berbahan batu putih, sedangkan untuk Relief Apsari terbuat dari terakota. Dengan temuan ini total terdapat 5 arca yang sudah ditemukan. Dua di antaranya ditemukan oleh pemilik lahan pada 2018 lalu.

"Rinciannya ada dua Arca Mahakala, satu Arca Agastya, satu Relief Apsari dan satu fragmen Nandi," jelasnya.

Baca juga:
Warga Sidoarjo Temukan Situs Bersejarah saat Gali Sumur di Belakang Rumah

Proses survei dilakukan hingga hari ini. Selanjutnya petugas akan menutup kembali kotak ekskavasi yang sudah dibuka dan diberi tanda. BPCB merekomendasikan dilakukannya ekskavasi dan penelitian lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih utuh.

"Ekskavasi bisa dilakukan oleh Pemkab Trenggalek nanti kita akan mendampingi," pungkasnya.