Pixel Code jatimnow.com

Buntut Kasus Korupsi Honor Pemakaman Covid di Jember, 10 Orang Bakal Diperiksa

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Dwi Kuntarto Aji
Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama (Foto: Dwi Kuntarto Aji/jatimnow.com)
Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama (Foto: Dwi Kuntarto Aji/jatimnow.com)

Jember - Penyidikan kasus dugaan korupsi honor pemakaman korban Covid-19 di Jember terus bergulir. Polisi berencana memeriksa 10 orang saksi untuk melengkapi berkas perkara bagi tersangka MD, mantan Kepala BPBD setempat.

Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Dika Hadiyan Widya Wiratama mengatakan, 10 saksi itu diyakini mengetahui tentang peristiwa pemotongan honor petugas pemakaman.

Dika menambahkan, saksi itu terdiri dari 7 ASN yang pernah atau masih bekerja di BPBD dan 3 orang relawan atau petugas pemakaman. Rencananya pemeriksaan akan dilakukan pada 1 Agustus 2022.

"Besok pemeriksaan saksi. Tujuan memanggil saksi-saksi guna mengonfrontir keterangan dalam kasus ini," ujar Dika saat dikonfrimasi, Minggu (31/72022) petang.

Di sisi lain, Dika menyebut bahwa tersangka MD masih belum memenuhi panggilan pemeriksaan pada Jumat, 29 Juli 2022 lalu. Untuk itu, pemanggilan kedua dilayangkan dengan penetapan waktu, Rabu, 3 Agustus 2022.

Baca juga:
Tersangka Korupsi Honor Pemakaman Korban Covid di Jember Janji Datangi Penyidik

"Jika tidak hadir lagi, nantinya kita akan koordinasi dengan pimpinan. Apakah ada upaya paksa untuk membawa tersangka," tambah dia.

Sementara Kuasa Hukum MD, Purcahyono Juliatmoko mengaku bahwa kliennya meminta penundaan jadwal pemeriksaan karena berbagai alasan. Selain kesibukan, juga untuk menunggu lengkapnya kehadiran tim kuasa hukum yang terdiri dari beberapa orang.

"Soal tidak hadir, karena beliau kebetulan juga ada acara keluarga. Terus hal lainnya, juga ada pendamping hukum yang jadwalnya ada sidang di luar kota," papar Juliatmoko.

Baca juga:
Polisi Jemput Tersangka Dugaan Korupsi Honor Pemakaman Korban Covid-19 di Jember

Dia juga membenarkan bahwa penyidik sudah melayangkan surat panggilan kedua.

"Untuk pemanggilan kedua sudah ada dan sudah kami terima," pungkasnya.