Pixel Code jatimnow.com

Viral Warga di Kota Batu Tanda Tangan Massal Tuntut Transparansi Pilkades

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Galih Rakasiwi
Aksi tanda tangan massal warga yang menuntut penyelenggaraan pilkades di Kota Batu lebih transparan (Foto: Muslimin for jatimnow.com)
Aksi tanda tangan massal warga yang menuntut penyelenggaraan pilkades di Kota Batu lebih transparan (Foto: Muslimin for jatimnow.com)

Kota Batu - Puluhan warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan/Kota Batu menandatangani dan menuliskan ungkapan hatinya pada bentangan kain putih sepanjang 3x1 meter.

Aksi yang mereka lakukan sebagai bentuk protes menuntut adanya transparansi tahapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2022 di desanya.

Aksi protes tersebut viral di media sosial setelah diunggah akun @yanto lie yuanchonk di Grup Facebook Rembug Online Batu (ROB) dengan keterangan 'Waduh ono opo maneh lor, mosok karena tahapan pilkades'.

Unggahan itu sudah disukai 111 netizen dan puluhan komentar beragam.

Salah satu warga bernama Muslimin membenarkan hal tersebut. Tanda tangan dan tulisan ungkapan hati itu dilakukan oleh puluhan warga sebagai bentuk protes pada Senin (1/8/2022).

"Alasan kita protes karena tidak adanya transparansi dalam tahapan pilkades yang dilakukan oleh panitia. Aksi ini berasal dari keinginan dan inisiatif masyarakat, bahkan identitas warga yang membubuhkan di banner juga dikumpulkan," ujar Muslimin, Selasa (2/8/2022).

Menurutnya, beberapa kejanggalan itu tampak saat proses pemeringkatan, dari total 9 pendaftar bacakades dilakukan seleksi. Sebab merujuk aturan atau regulasi maksimal hanya ada 5 calon.

"Nah, waktu pengumuman panitia hanya mengundang 5 bacakades yang lolos. Tidak semua pendaftar, kenapa? Belum lagi nilai atau hasil tes tidak dipaparkan dengan detail dan gamblang. Kan warga juga ingin tahu," keluhnya.

Baca juga:
Mengaku Tanda Tangannya Dipalsukan, Eks Ketua KSU di Probolinggo Malah Ditahan

Setidaknya hasil bisa diberitahukan agar tidak menimbulkan permasalahan dan pertanyaan banyak pihak. Sebenarnya ia tak ingin adanya gesekan antar warga.

"Namun kalau diam saja bagaimana. Jujur kita tak ingin ada gejolak dan perlu digaris bawahi aksi ini bukanlah bentuk protes pesanan seseorang atau calon yang tak lolos. Ini murni dari sebagai bentuk protes masyarakat pada panitia pelaksana," tegasnya.

Sementara Ketua Panitia Pilkades Pesanggrahan, Faisal membantah tudingan tersebut.

"Kita sudah jauh-jauh hari mensosialisasikan tahapan tersebut kepada para calon dan semua sudah memahaminya. Jadi yang dituduhkan itu salah," paparnya.

Kata Faisal, panitia juga sudah menjalankan amanah sebagai panitia pilkades sesuai dengan regulasi Permendagri No. 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan Kepala Desa dan sesuai Perwali No. 32 Tahun 2016.

"Lalu terkait tidak semua pendaftar kita undang saat pengumuman cakades yang lolos, sebatas untuk menjaga perasaan dan meminimalisir massa yang bergerombol," tegas dia.

Untuk diketahui, tahun ini Kota Batu menggelar pilkades serentak. Total ada 5 desa, yaitu Pesanggrahan, Bulukerto, Pandanrejo, Sumber Brantas dan Sumbergondo.