Pixel Code jatimnow.com

Begal Payudara Teror Warga Mojokerto, Korban Bingung Mau Lapor Polisi

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Achmad Supriyadi
ilustrasi
ilustrasi

Mojokerto - Aksi begal payudara kembali terjadi di Kabupaten Mojokerto. Kali ini siswi SMA kelas XII menjadi korbannya usai pulang membeli alat tulis.

Pelecehan seksual itu terjadi di di jembatan Pongok, Dusun Pongok, Desa Wonoploso, Kecamatan Gondang. Saat itu korban EA (17) berboncengan dengan temannya AL (17).

EA mengatakan, ketika dia dan temannya melaju di jembatan Pongok, pelaku menyalip dari belakang dengan mengendarai sepeda motor Suzuki Satria.

"Saat nyalip pelaku ini, teman saya bilang sempet kayak takut gitu dan juga tidak sampai terfikir akan kejadian seperti ini. Saat kejadian itu jalannya sepi, usai jembatan Pongok itu kan sawah ditambah lampu penerangan itu masih belum menyala," kata EA, Selasa (2/8/2022).

Ia menambahkan, pelaku putar balik dan menggeber motornya setelah melakukan aksi pelecehan seksual itu, sementara korban merasa syok.

"Gak sampai kepikiran mengejar pelakunya karena kaget dan syok, pelaku ini usai melakukan aksinya langsung kabur dan putar balik. Seingat saya hanya itu, pelaku memakai motor Satria, saya lupa warnanya apa, karena kejadian cukup cepat dan jalan juga sepi dan gelap," ucapnya.

Baca juga:
Sidang Lanjutan Mas Bechi akan Hadirkan 40 Orang Saksi

Menurut EA, kejadian itu tidak hanya terjadi kepadanya, namun ada korban lainnya setelah dia menceritakan kejadian itu di WhatsApp grup. Kemungkinan juga pelaku sama.

"Korbannya teryata bukan saya saja, ada juga yang cerita menjadi korban begal payudara sementara ciri-ciri pelaku dimukimkan sama. Semoga ini bisa menjadi pelajaran, agar para wanita di luar bisa semakin berwaspada saat keluar malam," tegasnya.

"Pingin lapor sebenarnya, tapi takut karena gak ada barang buktinya," lanjutnya.

Baca juga:
Predator Anak di Jember Dilaporkan Polisi, Begini Modus Pencabulannya

Sementara itu, Kapolsek Gondang AKP Saiful Isro meminta agar korban bisa lapor ke polsek setempat untuk menindaklanjuti perbuatan pria yang tak bertanggung jawab tersebut.

"Kita sarankan agar korban ini bisa lapor minimal bisa kita mintai keterangan untuk penyelidikan lebih lanjut dan juga meningkatkan patroli petugas di lokasi-lokasi rawan," pungkasnya.