Pixel Code jatimnow.com

Dituding Palsukan Akta Lahir Kini Dilantik, Kades di Sidoarjo: Saya Tidak Tahu

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Zainul Fajar
Kades Bogempinggir terpilih, Sutikno usai dilantik (Foto-foto: Zainul Fajar /jatimnow.com)
Kades Bogempinggir terpilih, Sutikno usai dilantik (Foto-foto: Zainul Fajar /jatimnow.com)

Sidoarjo - Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor melantik Sutikno, Kades Bogempinggir, Kecamatan Balongbendo, Rabu (3/8/2022). Hal itu dilakukan untuk memberikan hak konstitusi kepada kades.

Gus Muhdlor-sapaan bupati menyebut bahwa kades terpilih itu bukan batal dilantik, melainkan belum dilantik.

"Sekarang baru dilantik, bukan karena pertimbangan. Tapi sudah saya sampaikan sebelumnya, belum dilantik, sehingga ada saatnya dilantik. Harusnya satu hari setelahnya. Tapi karena ada kesibukan dan ada agenda yang tidak bisa ditunda, maka dilantik hari ini," terang Gus Muhdlor.

Dia memaparkan bahwa hal tersebut didasari karena pelantikan adalah hak konstitusional yang dimiliki oleh kades terpilih, selama tidak ada legal formal, seperti putusan pengadilan atau PTUN.

Gus Muhdlor juga menjelaskan bahwa mekanisme pilkades dengan pileg atau pilpres itu berbeda. Untuk pilkades, mekanismenya diserahkan oleh panitia di desa yang punya adhoc tersendiri. Sedangkan untuk pileg dan pilpres ada mekanisme bawaslu.

Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor usai melantik kades yang dituding palsukan akta kelahiranBupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor usai melantik kades yang dituding palsukan akta kelahiran

Baca juga:
Diduga Palsukan Akta Lahir, Cakades Terpilih di Sidoarjo Gagal Dilantik

"Sehingga selama tidak ada produk-produk atau yang lainnya, kewajiban bupati tetap harus melantik. Karena ini haknya beliau, maka kita tidak boleh dalam tanda kutip tidak memberikan haknya," terangnya.

Sementara Kades Bogempinggir terpilih, Sutikno mengaku tidak mengetahui dugaan pemalsuan akta kelahiran yang ditudingkan kepadanya.

"Saya ndak tau. Kan sekarang modelnya barcode. Yang saya lihat hasilnya itu, dan saya ndak mengerti soal itu," ungkap Sutikno usai dilantik.

Baca juga:
Tiga Rumah di Pamekasan Diacak-acak Pencuri dalam Satu Malam, Ternyata...

Dia mengaku bahwa waktu itu telah menyuruh orang lain untuk mengurus akta kelahiran, yang menjadi salah satu syarat administratif pencalonan kepalada desa.

Dirgahayu Ri 77 Bank Jatim

"Saya waktu itu menyuruh orang. Ya itu untuk melengkapi persyaratan. Ya, warga desa situ yang biasa seringkali ngurus hal-hal tersebut," bebernya.

Sebelumnya, Sutikno diadukan tetangganya ke polisi tekait dugaan pemalsuan akta kelahiran yang disetor sebagai persyaratan administrasi pencalonan kepala desa.

Peristiwa

Kasus PMK di Lamongan Terus Menurun

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Lamongan mulai melandai. Selain angka kesembuhan, sejumlah kecamatan juga mulai terbebas dari momok PMK.