Pixel Code jatimnow.com

Peringatan HAN 2022, Novita Hardini Inginkan Anak Jadi Subjek Pembangunan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Bramanta Pamungkas
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (Foto: Dok. Humas Pemkab Trenggalek)
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional (Foto: Dok. Humas Pemkab Trenggalek)

Trenggalek - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini menjadi salah satu narasumber dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Pasar Pon kabupaten setempat.

Dalam kesempatan itu, Novita menginginkan anak tidak hanya menjadi objek pembangunan saja, melainkan juga sebagai subjek.

Menurutnya, anak merupakan sumberdaya bagi pembangunan yang akan datang, sehingga tumbuh kembangnya perlu diperhatikan dengan optimal. Untuk berkembang dengan baik, diperlukan pendampingan dari para orangtua dan ilmu parenting yang baik.

Novita berpendapat bahwa harus melibatkan anak dalam pembangunan, utamanya dalam kegiatan sehari-hari. Kampanye keterlibatan orangtua dalam parenting juga harus terus dilakukan. Perlindungan terhadap anak, terlebih dari ancaman kekerasan seksual juga menjadi prioritas.

"Yang juga penting adalah menjaga anak, melindungi anak-anak dari potensi dan ancaman kekerasan seksual, kekerasan verbal maupun nonverbal," jelas Nobita, Rabu (3/8/2022).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini saat menghadiri peringatan Hari Anak NasionalKetua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional

Baca juga:
Berkomitmen Majukan UMKM Trenggalek, Mas Ipin Raih Penghargaan dari Menkop RI

Menurutnya, adaya bullying di sekolah juga menjadi perhatian tersendiri. Kesehatan mental anak harus dilindungi.

Untuk itu, momentum peringatan Hari Anak Nasional ini diharapkan menjadi pengingat bagi orangtua. Banyak informasi parenting yang disampaikan langsung dalam kegiatan tersebut, sehingga dapat membuka wawasan bagi mereka.

"Apalagi pembicara dalam kegitan ini ada psikolog anak, kemudian kepala dinas pendidikan tadi juga menyinggung mengenai pencipta sidik jari, di mana anak terlahir tidak ada yang bodoh. Mereka mempunyai potensi kecerdasannya masing-masing," tutur Novita.

Baca juga:
Pemkab Trenggalek Luncurkan Desa Nol Perkawinan Anak, Ini Harapan Novita Hardini

Hal ini harus disosialisasikan kepada para orangtua, sehinga tidak ada lagi ekspektasi yang merusak kesehatan mental anak.

Para orangtua juga harus memberikan kebaikan dan cinta, supaya anak itu resiliensi dan mampu melindungi dirinya sendiri dari segala bentuk kekerasan yang mungkin akan diterima ketika sudah mulai dewasa nanti.

"Anak merupakan sumberdaya bagi pembangunan yang akan datang, sehingga tumbuh kembangnya perlu kita kawal dengan optimal," tegasnya.