Pixel Code jatimnow.com

Menengok Keramatnya Makam Bathoro Katong di Ponorogo

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Mita Kusuma
Makam Bathoro Katong.(Foto: Mita Kusuma)
Makam Bathoro Katong.(Foto: Mita Kusuma)

Ponorogo - Ziarah ke Makam Bathoro Katong masuk dalam rangkaian Grebeg Suro di Kabupaten Ponorogo. Seperti diketahui, Bathoro Katong merupakan putra Raja Brawijaya V. Ia juga merupakan pendiri Ponorogo serta penyebar agama Islam di Bumi Reog.

Banyak yang beranggapan bahwa dengan ziarah dan berdoa di Makam Bathoro Katong dapat terkabul hajatnya. Tak ayal, banyak politisi dari tingkat kabupaten hingga orang dekat atau tim sukses calon presiden datang ke Makam Bathoro Katong.

jatimnow.com sempat mengunjungi langsung Makam Bathoro Katong di Kelurahan Setono, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Di bagian depan, tampak gapura berdiri megah. Setelah masuk ke dalam, ada TK dan MI. Ada pula Masjid Jami Bathoro Katong dan kompleks makam. Nah, Makam Bathoro Katong terletak di sisi Timur dan selalu terkunci. Jika ingin masuk ke Makam Bathoro Katong harus menghubungi juru kunci.

"Ini tadi habis ada bupati dan pemerintah ke sini. Mereka ziarah makam. Kan Suro," ujar juru kunci Makam Bathoro Katong, Mukim Raharjo, Kamis (4/8/2022).

Makam Bathoro Katong.(Foto: Mita Kusuma)Makam Bathoro Katong.(Foto: Mita Kusuma)

Selain dari Pemkab Ponorogo, juga ada masyarakat umum yang melakukan ziarah. Tak sedikit pula politisi yang ziarah. Misal jelang pemilu legislatif, pilihan bupati, gubernur hingga presiden. Mereka yang datang ke makam Bathoro Katong biasanya berdoa untuk meminta kemenangan.

"Untuk pilpres memang belum ada langsung. Tetapi orang-orang dekat atau tim sukses pasti ke sini," terang Mukmin.

Baca juga:
Alhamdulillah, SDN 2 Karangpatihan Ponorogo Dapat Kucuran Anggaran Perbaikan

Terlebih para calon Bupati Ponorogo. Mereka seolah wajib melakukan ziarah ke Makam Bathoro Katong.

Mitos kenaikan pangkat atau bisa mengabulkan keinginan, Mukmin menjelaskan bahwa tergantung mereka yang berdoa dan Allah SWT. Jika yang menjalankan secara ikhlas, tak menutup kemungkinan doanya terkabul.

Menurutnya, Eyang Bathoro Katong tidak diam. Artinya turut mendoakan dengan ikhlas hati dan tulus.

Baca juga:
Kasus Korupsi Alsintan, PNS di Ponorogo Divonis 6 Tahun Penjara

"Jadi memang faktanya jika berdoa dengan baik bakal dikabulkan. Insya Allah doa yang diterima Allah juga beliau (Eyang Bathoro Katong), bukan doa kita. Itu sudah fakta dan menjadi kenyataan. Insya Allah asal tujuannya baik," jelasnya.

Pun jika membawa bunga, Mukim menjelaskan bunga duwuran atau isinya hanya mawar, kenangan dan kanthil. Lebih baik lagi hanya bunga melati saja.

"Jangan bunga pandan, ya. Dalam mendirikan Kabupaten Ponorogo saat itu perang dengan Suryo Ngalam kalah. Karena Suryo Ngalam sembunyi di pohon pandan," pungkasnya.