Pixel Code jatimnow.com

Sejak Ditutup, SDN 6 Cluring Banyuwangi Tampak Menyeramkan

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Rony Subhan
Gedung SDN 6 Cluring tampak menyeramkan karena tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar.(Foto: Rony Subhan)
Gedung SDN 6 Cluring tampak menyeramkan karena tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar.(Foto: Rony Subhan)

Banyuwangi - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 6 Cluring di Dusun Kepatihan, Desa Cluring, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, tak lagi berpenghuni. Gedung sekolah yang awalnya ramai oleh anak-anak, kini tampak sunyi dan rusak. Setidaknya ada 8 ruang kelas dan 1 rumah dinas yang sekarang menjadi pemandangan menyeramkan. Bahkan 3 dari 8 ruang kelas atapnya sudah roboh.

Kordinator Wilayah Kerja Satuan Pendidikan (Korwilkersatdik) Kecamatan Cluring Dal Siswanto menyampaikan, kegiatan belajar mengajar di SDN 6 Cluring sudah tidak lagi ada sebelum masa pandemi Covid-19.

“Sekolah itu tutup sebelum pandemi Covid-19, karena memang tidak ada muridnya,” terangnya, Rabu (24/8/2022).

Gedung SDN 6 Cluring tampak menyeramkan karena tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar.(Foto: Rony Subhan)Gedung SDN 6 Cluring tampak menyeramkan karena tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar.(Foto: Rony Subhan)

SDN 6 Cluring berdiri di lahan milik aset pemerintah desa. Kini sebagian gedung yang masih utuh dipergunakan untuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Gedung yang masih utuh sekarang dipergunakan belajar mengajar oleh Sekolah Rakyat,” Kata Dal Siswanto.

Sementara itu, Kepala Desa Cluring Sunarto membenarkan bahwa tanah yang dibangun SDN 6 Cluring adalah aset desa.

Baca juga:
SD RW X Demak Jaya Surabaya, Potret Pendidikan di Tengah Keterbatasan

“Tanah milik aset Desa Cluring. Sedangkan bangunannya milik Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Belum diketahui secara pasti kenapa SDN 6 Cluring bisa kekurangan siswa. Informasi terakhir sebelum sekolah dikosongkan, muridnya di bawah 15 anak. Mereka semua dipindah ke sekolah lain yang dekat dengan SDN 6 Cluring.

 

Baca juga:
Pelaksanaan ANBK SD di Jombang Mundur, Ini Penyebabnya