Pixel Code jatimnow.com

Es Jamu Jalan Ir Sutami Kota Kediri, Minuman Tukang Becak Hingga Pejabat

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Yanuar Dedy
Nur tengah melayani pembeli es jamu.(Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Nur tengah melayani pembeli es jamu.(Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Cuaca terik enaknya minum yang segar-segar. Salah satu pilihannya adalah es jamu beras kencur dan kunyit asam. Tak sekadar melepas dahaga, ramuan tradisional itu juga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Tempat jualan es jamu beras kencur dan kunyit asam bisa ditemui di Jalan Ir Sutami, Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Gerobak berwarna biru berada persis di tepi jalan, sebelah Timur Kantor Kelurahan Banjaran. Pemiliknya adalah nur, yang sudah berjualan sejak 1998 hingga sakarang.

"10 September nanti pas 24 tahun. Saya dulu ingat harinya Kamis pertama kali buka," kata pria berusia 56 tahun tersebut, Selasa (6/9/2022).

Awal berjualan, Nur menggunakan sepeda pancal. Dia membawa dagangan dari rumahnya di Kolak, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri yang berjarak belasan kilometer. Saat itu, harga jamunya hanya Rp200 per gelas. Kemudian sejak 2017, dia beralih menggunakan gerobak motor. Kini harganya minumannya menjadi Rp2.000 per gelas. Cukup ekonomis.

Sehari, Nur bisa menghabiskan 25 liter jamu beras kencur dan kunyit asam. Di musim kemarau seperti saat ini, dia bahkan berani menambah stok jamunya karena tingginya permintaan.

Tak sekadar bertahan, usaha Nur terus berkembang hingga saat ini. Pandemi Covid-19 justru meningkatkan penjualannya. Terlebih saat orang mulai paham manfaat jamu beras kencur dan kunyit asam.

"Sejak (Presiden) Jokowi minum jamu itu lho, terus naik," kelakar Nur.

Baca juga:
Cendol Dawet Tetap Eksis di Tengah Gempuran Boba dan Teman-temannya

Selain segar, es jamu beras kencur dan kunyit asam memang memiliki banyak manfaat kesehatan. Mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh hingga mencegah beberapa penyakit tertentu seperti radang, tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes dan jantung.

"Kalau kata orang-orang yang cocok, ya jadi doyan makan. Tapi yang jelas tombo seger lah," seru Nur.

Meski berjualan di tepi jalan menggunakan gerobak, namun pelanggan Nur tak hanya datang dari kalangan bawah. Banyak pula pembeli dari kalangan pejabat pemerintahan maupun instansi lainnya.

Baca juga:
Cerita Mbak Via Asal Kediri yang Akhirnya Memutuskan Jualan Es Degan

Nur tak khawatir dengan menjamurnya minuman kekinian. Dia meyakini es jamunya tetap memiliki penikmat tersendiri.

"Anak muda juga banyak kok," tutup Nur.