Pixel Code jatimnow.com

Cerita Pedagang Jajanan Jadul Arbanat, Kayuh Sepeda hingga 20 Km di Jombang

Editor : Arina Pramudita Reporter : Elok Aprianto
Ilyas, pedagang jajanan jadul yang masih setia berjualan arbanat. (Foto: Elok Apriyanto/jatimnow.com)
Ilyas, pedagang jajanan jadul yang masih setia berjualan arbanat. (Foto: Elok Apriyanto/jatimnow.com)

Jombang - Menggunakan musik untuk menarik perhatian, Ilyas (51) warga Desa Purisemanding, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, masih setia menjual jajanan arbanat atau rambut nenek.

Dengan mengendarai sepeda ontel jadul, Ilyas mengayuhnya hingga puluhan kilometer menyusuri jalanan desa yang ada di Kecamatan Plandaan hingga Kecamatan Megaluh.

Arbanat merupakan jajanan yang terbuat dari gula pasir. Rasa manisnya membuat kudapan satu ini digemari anak-anak. Sayangnya, arbanat yang bersaing ketat dengan aneka jajanan kekinian berpenampilan menarik, membuat keberadaannya mulai sulit dicari.

"Ya sudah bertahun-tahun saya jualan arbanat ini secara keliling," ungkap Ilyas saat ditemui di rumahnya, Kamis (15/9/2022).

Setiap hari Ilyas berkeliling ditemani kotak kayu di boncengan sepeda.

Menurut Ilyas, dengan memasang pemutar musik dan memainkan lagu-lagu yang lucu, bisa menarik perhatian anak-anak untuk keluar rumah membeli arbanat.

"Memang sengaja memasang musik khas agar mudah diketahui anak-anak," celetuknya.

Baca juga:
Tumpeng Jajanan Tradisional Masih Jadi Idola Takjil di Jombang

"Ya kadang sampai keliling mencapai 20 kilometer sehari. Kalau capek ya tinggal istirahat," tambahnya.

Pria paruh baya ini mempertahankan citarasa arbanat dari gula pasir asli. Hasilnya, arbanat buatan Ilyas tak sama dengan arbanat pada umumnya yang memiliki beragam warna mentereng.

"Kalau warna lain nanti banyak yang mengira bisa batuk atau apa, kalau putih kan gula asli tanpa campuran apa-apa," ungkapnya.

Baca juga:
Sidak Takjil di Hayam Wuruk Kediri, Tim Gabungan Temukan Boraks pada Ongol-ongol

Jajanan yang juga memiliki sebutan arumanis dan gulali ini, dibuat dengan cara tradisional. Gula pasir dimasukkan ke mesin putar yang pemanasnya memanfaatkan kecepatan pedal sepeda angin dengan bantuan tongkat kayu.

Ilyas biasa menjual arbanat di jam-jam istirahat sekolah.

"Saat jam istirahat ke sekolah-sekolah. Terutama anak-anak SD yang masih suka jajanan rambut nenek. Saya jual harga Rp2.000 per biji, sudah besar, tapi kalau mau nambah juga bisa menyesuaikan dengan permintaan pembeli," pungkasnya.