Pixel Code jatimnow.com

Ekskavasi Situs Mbah Blawu, Arkeolog Gali 120 Meter untuk Temukan Pola Candi

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Elok Aprianto
Salah satu struktur yang ditemukan arkeolog BPK Jawa Timur wilayah XI di lokasi situs Mbah Blawu.(Foto: Elok Aprianto)
Salah satu struktur yang ditemukan arkeolog BPK Jawa Timur wilayah XI di lokasi situs Mbah Blawu.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Jatim wilayah XI menemukan temukan struktur bata menyerupai dinding candi pada hari kedua ekskavasi situs Mbah Blawu di Desa Sukosari, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Meski sudah menemukan struktur bangunan menyerupai dinding candi di sebelah Selatan, tim arkeolog BPK Jatim wilayah XI, menggali 120 meter persegi lahan untuk menguak secara utuh bangunan candi di situs Mbah Blawu.

"Sekarang yang kami bikin great ada sekitar 30 kotak. Masing-masing 4 meter persegi satu kotaknya. Jadi kalau kami ambil luasan rata-rata kurang lebih 120 meter persegi," ungkap arkelog BPK Jatim wilayah XI Pahadi, Selasa (20/9/2022).

Tim BPK Jatim wilayah XI hanya mengambil 4 hingga 5 kotak yang akan digali dalam ekskavasi tahap awal di situs Mbah Blawu. Jadi tidak semua kotak akan digali. Tetapi hanya kotak yang berpotensi adanya temuan struktur yang akan digali.

"Jadi kami hanya ambil 4 sampai 5 kotak yang mengarah di Sisi selatan. Sedangkan yang membujur ke Timur, ke Barat, kami akan ambil sekitar 6 sampai 10 kotak. Kami baru buka sekitar dua setengah kotak yang memiliki struktur, jadi kurang lebih sekitar 5 meter," beber Pahadi.

Baca juga:
Pelaksanaan ANBK SD di Jombang Mundur, Ini Penyebabnya

Dari dua setengah kotak yang digali, posisinya tidak lurus tapi agak miring.

"Posisinya tidak lurus. Jadi ada pola yang masuk juga ada pola yang keluar, sehingga seperti zig-zag seperti itu. Nah ini yang masih kami cari apakah ini posisi struktur dinding atau pondasi," bebernya.

Baca juga:
Jambret Gasak Kalung Nenek Bermodus Pura-pura Minta Mangga untuk Istri Nyidam

Ia berharap dalam waktu tiga sampai empat hari ke depan, tim ekskavasi bisa mendapatkan informasi lain maupun menemukan artefak lain. Sehingga bisa menentukan era dimana candi ini dibangun.

"Mudah-mudahan mendapatkan artefak tua lain, yang mendukung terkait periodesasinya itu," tukas Pahadi.