Pixel Code jatimnow.com

Bocah SD di Surabaya Dikabarkan Hampir Jadi Korban Penculikan, Pelaku Bawa Bius

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Zain Ahmad
Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

Surabaya - Seorang bocah perempuan yang duduk di bangku kelas 1 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tambaksari I, Jalan Mundu Nomor 35, Surabaya, dikabarkan menjadi korban percobaan penculikan. Pelakunya disebutkan seorang laki-laki dan hendak membius serta merampas anting-anting korban.

Informasi yang diperoleh jatimnow.com, dugaan percobaan penculikan terjadi Jumat (16/9/2022) siang. Saat itu korban hendak pulang dengan jalan kaki. Tiba-tiba ada seorang pria yang membawa motor menghampiri korban. Pelaku mengaku ia disuruh orang tuanya untuk menjemput.

Ketika pria itu disebut hendak membius, korban langsung berontak dan berteriak. Saat kejadian ada seorang guru Taman Kanak-kanak (TK) setempat sedang melintas. Korban akhirnya dapat diselamatkan. Sementara terduga pelaku langsung melarikan diri.

"Dari cerita ibu-ibu teman sekolah anak saya, kejadiannya itu di dekat arah Pasar Nyamplung. Korban katanya anak kelas I, cewek. Waktu itu katanya anaknya jalan kaki pas pulang sekolah," terang Ayu, warga Tambaksari, yang juga anaknya sekolah di SDN tersebut kepada jatimnow.com, Rabu (21/9/2022).

Menurut Ayu, korban memang setiap hari selalu pulang sendirian, tidak pernah dijemput orangtuanya. Informasi itu didapatnya dari sejumlah wali murid di SDN tersebut.

"Cerita dari ibu-ibu wali murid begitu. Katanya pelakunya laki-laki. Mau bius si adeknya kelas I itu. Tapi terus teriak-teriak dan ditolong guru TK," jelasnya.

Baca juga:
Jatimnow Hari Ini: Bocah SD di Surabaya Dikabarkan Hampir Jadi Korban Penculikan

Sebelum kejadian ini, tepatnya ketika awal masuk sekolah usai pendaftaran, bocah perempuan kelas I juga hampir menjadi korban penculikan. Namun yang dulu pelaku disebutkan merupakan seorang perempuan paruh baya dan mengaku sebagai bude korban.

"Cerita dari wali murid kalau yang dulu itu pelakunya cewek. Sudah agak tua. Ngaku-ngaku sebagai budenya. Tapi si anaknya (korban) ini pintar. Waktu itu lari ke guru-guru kemudian mengatakan tidak kenal dengan pelaku. Akhirnya pelaku kabur," ulas Ayu.

Dari kejadian ini, perempuan 41 tahun tersebut mengaku takut dan was-was. Meski ia selalu on time menjemput anak perempuannya yang kini duduk di bangku kelas 5.

Baca juga:
Polisi Gagalkan Penculikan di Sumenep, 6 Pelaku Diringkus

"Setelah dengar kabar ini, ibu-ibu wali murid takut semua. Bahaya banget mas kalau sudah seperti itu. Apalagi kalau yang diincar anaknya masih kecil. Kayak kelas I ini. Kan bahaya," tandasnya.

Ditanya apakah dari kejadian ini orang tua korban sudah membuat laporan ke polisi, Ayu mengaku tidak mengetahuinya. Ia hanya sebatas mendapat kabar tersebut di lingkungan sekolahan.

"Kalau itu saya nggak tahu. Rumahnya (korban) juga nggak tahu. Tapi yang pasti anak kelas I korbannya," pungkasnya.