Pixel Code jatimnow.com

Korban Keracunan Makanan di Tulungagung Bertambah, Polisi Periksa 5 Saksi

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Bramanta Pamungkas
Tim Inafis Polres Tulungagung melakukan identifikasi di lokasi (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Tim Inafis Polres Tulungagung melakukan identifikasi di lokasi (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

Tulungagung - Korban keracunan makanan di Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung bertambah jadi 6 orang.

Satreskrim Polres Tulungagung terus menyelidiki kasus keracunan diduga setelah menyantap nasi goreng dalam acara yasinan di salah satu rumah warga itu.

Sejumlah saksi telah dimintai keterangan. Tim dari dinas kesehatan setempat juga diterjunkan untuk mengambil sejumlah sampel, yang akan dikirim ke laboratorium di Surabaya.

Kasatreskrim Polres Tulungagung, AKP Agung Kurnia Putra mengatakan, sudah ada 5 saksi yang telah dimintai keterangan. Saksi ini di antaranya tuan rumah, penjual nasi goreng dan perangkat desa.

Menurut Agung, timnya juga masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan, untuk mengetahui pasti penyebab keracunan massal tersebut.

"Ada lima saksi yang telah diperiksa dalam peristiwa ini," ujar Alumni Akpol Tahun 2013 itu, Senin (26/9/2022).

Baca juga:
Satu Keluarga Diduga Keracunan di Mojokerto, Ini Identitas Korban Tewas

Sementara salah satu perawat di Puskesmas Tiudan, Sigit Karyanto menerangkan, terdapat dua pasien keracunan yang masuk menjalani perawatan. Kedua pasien ini mulai dirawat intensif sejak kemarin sore. Terdapat pula dua pasien lama yang sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik.

Dengan jumlah tersebut, saat ini terdapat 6 pasien korban keracunan yang masih dirawat. Para pasien ini dirawat di beberapa tempat, yaitu Klinik Difa Medika, Puskesmas Kauman dan Rumah Sakit Prima Medika.

"Kondisi mereka berangsur membaik, sakit yang dikeluhkan sebelumnya mulai berkurang," tutur Sigit.

Baca juga:
Satu Keluarga di Mojokerto Diduga Keracunan, 1 Tewas

Tim dari dinas kesehatan juga telah mengambil sejumlah sampel di lokasi kejadian. Sampel yang diambil ini di antaranya air yang digunakan untuk memasak dan sisa nasi goreng dan jajanan yang dihidangkan. Dinas kesehatan rencananya akan mengirim sampel ke laboratorium milik BBPOM di Surabaya.

Sebelumnya 53 warga Desa Tiudan mengalami keracunan usai menyantap nasi goreng dalam acara yasinan yang digelar Kamis (22/9/2022) malam. Mereka mengalami mual dan muntah beberapa jam setelah memakan nasi goreng itu.