Pixel Code jatimnow.com

Pemuda 20 Tahun Meninggal Dunia Diduga Usai Tenggak Miras Oplosan

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Elok Aprianto
Ilustrasi/jatimnow.com
Ilustrasi/jatimnow.com

jatimnow.com - Diduga menenggak minuman keras (miras) oplosan, ME (20) pemuda asal Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, meninggal dunia. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit di Kecamatan Diwek, nyawa korban tetap tak tertolong.

Kepala Desa Kepatihan Erwin Pribadi membenarkan ada salah satu warganya yang meninggal dunia diduga akibat tenggak miras oplosan.

"Meninggal dunia Jumat (30/9) siang. Usianya sekitar 20 tahun, ME inisialnya," ungkapnya, Sabtu (1/10/2022).

Menurut laporan yang ia terima, ME meninggal diduga karena miras. ME disebutnya sempat melakukan pesta miras pada Kamis (29/9) malam. Mungkin terlalu banyak menenggak miras, korban sampai sakit dan dilarikan ke RS swasta.

"Sempat dilarikan ke rumah sakit, hingga Jumat (30/9) siang itu meninggal dunia. Informasinya memang sempat minum miras semalam. Jelasnya seperti apa tidak tahu, karena keluarga tidak mau menerangkan dengan jelas," bebernya.

Erwin menyebut, pihak keluarga sempat menutupi adanya penyebab kematian ME.

Baca juga:
Sejumlah Fraksi DPRD Kabupaten Pasuruan Soroti Warung Remang-remang

"Pihak keluarga tidak mau memperpanjang masalah, sehingga tadi langsung dimakamkan," tukasnya.

Sementara itu, Kapolsek Jombang Kota AKP Soesilo membenarkan adanya informasi tersebut.

"Kalau informasi ada yang meninggal itu benar. Anggota sudah mengecek ke rumah sakit, dan memang di sana ada pasien yang masuk dengan kondisi gejala muntah-muntah. Kemudian dirawat dan meninggal dunia," katanya.

Baca juga:
Dispora Pastikan 46 Botol Diduga Miras oleh Kepolisian Adalah Eco Enzim Obat PMK

Meski diketahui meninggal dunia dengan keluhan muntah-muntah, Soesilo belum bisa memastikan apakah penyebab korban meninggal lantaran meminum miras oplosan.

"Pemeriksaan rekam medik belum dilakukan. Kami masih perlu pastikan dulu apakah benar karena miras, atau ada penyakit lain, kan belum dilakukan autopsi," pungkasnya.